Thailand Berantas Penipuan Online, 14.000 Pelaku Ditangkap

penipuan online thailand
Ilustrasi penipuan online. FOTO: LIANHE ZAOBAO FILE

Bangkok (gokepri) – Polisi Kerajaan Thailand (RTP) menangkap lebih dari 14.826 pelaku kejahatan daring dalam operasi besar-besaran pemberantasan penipuan online. Selain itu, polisi juga membekukan aset senilai 4,5 miliar Baht atau setara Rp2 triilun.

Operasi yang berlangsung selama tujuh bulan ini menargetkan sindikat penipuan call center, skema investasi bodong, dan situs judi daring. Juru bicara Deputi Kepolisian Kerajaan Thailand, Siriwat Depor, pada konferensi pers 7 Juni 2024, mengatakan operasi tersebut merupakan tindak lanjut arahan Perdana Menteri Srettha Thavisin dan pjs Kepala Kepolisian Nasional Kittirat Panpet untuk secara intensif menyelidiki dan memberantas kejahatan berbasis teknologi.

Baca Juga:

Operasi ini membuahkan hasil signifikan di tiga area utama, yaitu penindakan pelaku, disrupsi infrastruktur, dan pembongkaran jaringan keuangan. Sejak 1 Oktober 2023 hingga 30 April 2024, otoritas Thailand berhasil menangkap 14.826 individu yang terlibat dalam kegiatan ilegal tersebut. Aset mereka senilai 4,56 miliar Baht (sekitar Rp2 triliun) turut dibekukan.

Kepolisian bekerja sama dengan Komisi Penyiaran dan Telekomunikasi Nasional (National Broadcasting and Telecommunications Commission) untuk menyelidiki instalasi ilegal perangkat transmisi sinyal di sepanjang perbatasan. Perangkat tersebut digunakan para pelaku untuk melancarkan aktivitas ilegal mereka. Operasi ini berhasil menyita seluruh perangkat tersebut.

Otoritas Thailand juga menyelidiki dan memperluas operasi mereka melalui pelacakan keuangan dan pemblokiran rekening penampung (mule account). Antara 1 November 2023 hingga 30 April 2024, mereka berhasil membekukan dana senilai 4,56 miliar baht. Kerja sama dengan Kantor Anti-Pencucian Uang (AMLO) tengah dilakukan untuk memastikan dana tersebut dapat dikembalikan kepada para korban.

Kepolisian Thailand mengimbau masyarakat untuk terus waspada dan mendapat informasi mengenai berbagai modus kejahatan daring. Langkah ini bertujuan agar masyarakat terhindar dari menjadi korban penipuan. ASIA NEWS NETWORK/THE NATION

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

 

BAGIKAN