Terminal Dua Bandara Hang Nadim Batam Ditargetkan Selesai 2024

Hang nadim Incheon
Rencana pengembangan Bandara Hang Nadim Batam yang direncanakan Incheon International Airport Corp. (IIAC). (foto: Korea Herald)

Batam (gokepri.com) – Pengembangan bandara Internasional Hang Nadim Batam akan segera dimulai. Ada sejumlah proyek yang akan dibangun, salah satunya yakni terminal dua untuk penumpang.

Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam Muhammad Rudi mengatakan panitia lelang sebelumnya telah mengumumkan bahwa pihaknya akan melakukan kerjasama dengan Konsorsium PT Angkasa Pura 1 (Persero) bersama Incheon International Airport Corporation (IIAC), dan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk.

“Kita akan menjadikan Bandara Hang Nadim Batam sebagai hub kargo, baik domestik maupun internasional. Kemudian juga akan kita bangun terminal dua untuk penumpang,” kata Rudi, Senin (5/4/2021).

Rudi mengatakan dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan tanda tangan dengan para pemenang tender. Sehingga proyek pembangunan Bandara Internasional Hang Nadim Batam bisa segera dimulai.

Pihaknya juga menargetkan tahun 2024 proyek pembangunannya dapat selesai. Sehingga, diakhir jabatannya sebagai Kepala BP Batam nantinya program yang direncanakan saat ini rampung sesuai yang diharapkan.

“Saya tidak ingin meninggalkan masalah nantinya. Karena itu saya minta 2024 harus selesai,” ujarnya.

Sebagaimana diketahui Konsorsium PT Angkasa Pura 1 (Persero) bersama Incheon International Airport Corporation (IIAC), dan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. berencana menjadikan Bandara Hang Nadim Batam sebagai hub kargo, baik domestik maupun internasional.

Bandara Hang Nadim Batam menjadi proyek bandara pertama yang digarap IIAC di luar Korea Selatan. Membawa sistem sendiri, Incheon ditugasi mewujudkan Hang Nadim menjadi pusat logistik dan hub pariwisata internasional.

IIAC pada 21 Maret 2021 mengumumkan telah memenangkan tender pengembangan dan pengoperasian Bandara Internasional Hang Nadim, Kota Batam, Indonesia. Incheon bergabung bersama konsorsium PT Angkasa Pura I (Persero) atau AP I dan PT Wijaya Karya Tbk. (WIKA).

Konsorsium AP I pun berhak mengelola bandara berkode BTH tersebut dengan skema Kerja Sama Pemerintah Badan Usaha (KPBU) selama 25 tahun. Berdasarkan Surat Pengumuman yang diterbitkan oleh Panitia Pengadaan Badan Usaha Pelaksana Proyek Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha Bandar Udara Hang Nadim Batam konsorsium AP I mendapatkan skor 100 poin.

Dokumen penawaran yang diajukan oleh konsorsium tersebut untuk biaya modal atau (capital expenditure/capex) senilai Rp6,8 triliun yang terdiri atas Rp2,64 triliun pekerjaan wajib dan biaya modal lainnya senilai Rp4,25 triliun.

(ard)

|Baca Juga : Hang Nadim Proyek Pertama Incheon di Luar Korea

BAGIKAN