Batam (Gokepri.com) – Bandara Hang Nadim Batam menjadi proyek bandara pertama yang digarap Incheon International Airport Corp. (IIAC) di luar Korea Selatan. Membawa sistem sendiri, Incheon ditugasi mewujudkan Hang Nadim menjadi pusat logistik dan hub pariwisata internasional.
IIAC pada 21 Maret 2021 mengumumkan telah memenangkan tender pengembangan dan pengoperasian Bandara Internasional Hang Nadim, Kota Batam, Indonesia. Incheon bergabung bersama konsorsium PT Angkasa Pura I (Persero) atau AP I dan PT Wijaya Karya Tbk. (WIKA).
Konsorsium AP I pun berhak mengelola bandara berkode BTH tersebut dengan skema Kerja Sama Pemerintah Badan Usaha (KPBU) selama 25 tahun. Berdasarkan Surat Pengumuman yang diterbitkan oleh Panitia Pengadaan Badan Usaha Pelaksana Proyek Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha Bandar Udara Hang Nadim Batam konsorsium AP I mendapatkan skor 100 poin.
Dokumen penawaran yang diajukan oleh konsorsium tersebut untuk biaya modal atau (capital expenditure/capex) senilai Rp6,8 triliun yang terdiri atas Rp2,64 triliun pekerjaan wajib dan biaya modal lainnya senilai Rp4,25 triliun.
Badan Pengusahaan (BP) Batam sejak lama mencari operator dan pengembangan Bandara Hang Nadim demi mengubah bandara perdagangan bebas ini menjadi pusat logistik dan hub pariwisata internasional.
Konsorsium AP I dan Incheon mengalahkan raksasa operator bandara global seperti grup konsultan dan teknik Prancis EGIS dan GMR India yang berpartisipasi dalam penawaran tersebut. Tetapi BP Batam memilih AP I dan IIAC sebagai pemenang.
Dilansir Businesskorea.co.kr, IIAC akan merombak terminal penumpang yang ada di Bandara Hang Nadim dan membangun terminal penumpang kedua pada tahun 2024. IIAC akan membawa Airport Common User System (AirCUS), sistem pengembangannya sendiri ke Bandara Batam.
“(Bandara Incheon) akan berinvestasi dalam 30 persen saham dalam proyek bandara senilai 600 miliar won (USD530 juta atau setara Rp7,6 triliun) dan mengoperasikan bandara selama 25 tahun berdasarkan kesepakatan dengan pemerintah Indonesia,” kata juru bicara IIAC dilansir dari Koreaherald.com, Minggu (21/3/2021).
Kesepakatan itu adalah kesepakatan pengembangan dan pengoperasian bandara luar negeri pertama Korea Selatan.
Bandara Hang Nadim Batam melayani 4,5 juta penumpang pada 2019, dan delapan maskapai penerbangan seperti Garuda Indonesia saat ini menawarkan 23 rute melalui bandara ini. (Can)
|Baca Juga: Investasi Rp6,8 Triliun, Konsorsium Angkasa Pura 1 Menang Proyek KPBU Hang Nadim









