Teken Kesepakatan dengan SPAC, Valuasi Grab Bisa Meroket Rp560 Triliun

Grab Kesekapatan dengan SPAC
Foto: Reuters

Batam (Gokepri.com) – Kesepakatan Grab Holdings berkolaborasi dengan perusahaan cek kosong alias Special Purpose Acquisition Company (SPAC) makin santer. Valuasi unicorn asal Singapura ini bisa menembus USD40 miliar atau sekitar Rp560 triliun.

Kabar kolaborasi Grab dengan SPAC pertama kali diberitakan kantor berita Reuters, Selasa 13 April 2021. Dalam laporan itu, Grab akan mengumumkan kesepakatan dengan Altimeter, perusahaan Amerika Serikat, pada Selasa hari ini. Grab memakai opsi SPAC dan memakai Altimeter sebagai kendaraan untuk melantai di bursa lewat IPO. Kesepakatan ini akan membuat valuasi Grab menembus hampir USD40 miliar. Kolaborasi ini menjadi kesepakatan dengan nilai terbesar perusahaan cek kosong (SPAC) dengan start up unicorn.

Mengutip laporan Reuters, kesepakatan Grab dengan SPAC akan mencakup investasi sebesar USD4 miliar atau sekitar Rp56 triliun berbentuk investasi swasta dalam ekuitas publik (PIPE) yang dikumpulkan dari beberapa investor di Asia di antaranya Fidelity International dan Janus Henderson.

Grab menolak memberikan pernyataan ihwal kabar kesepakatan itu. Sedangkan Altimeter yang berbasis di Silicon Valley tidak juga memberi tanggapan.

Kabar Grab mengumpulkan pendanaan mulai santer muncul ke permukaan sejak tahun lalu. Nilai kesekapatannya mencapai USD16 miliar. Ada dua entitas yang mendekati Grab yakni SoftBank Group Corp Jepang dan Didi Chuxing dari China.

Melantai di bursa efek AS bakal memberikan kekuatan bagi Grab di pangsa pasar utamanya; Indonesia. Mereka akan bersaing dengan pesaing lamanya, Gojek, yang juga makin santer dikabarkan merger dengan Tokopedia.

Grab, yang pendapatan bersihnya melonjak 70% tahun lalu, belum menghasilkan keuntungan, tetapi mengharapkan segmen terbesarnya – bisnis pengiriman makanan – mencapai titik impas pada akhir 2021, karena lebih banyak konsumen beralih ke pengiriman makanan online setelah COVID-19.

Adapin valuasi Grab menembus USD40 miliar setelah kesepakatan dengan CPAS didasarkan pada nilai ekuitas proforma, menurut laporan Reuters.

Grab saat ini beroperasi di delapan negara dan 398 kota. Grab sudah menjadi perusahaan rintisan paling berharga di Asia Tenggara.

Memanfaatkan bisnis ride-hailing yang dimulai pada tahun 2012, perusahaan telah berkembang dengan menawarkan pengiriman makanan dan bahan makanan, layanan kurir, pembayaran digital, dan sekarang membuat dorongan besar ke dalam asuransi dan pinjaman di wilayah berpenduduk 650 juta orang. (Can)

|Baca Juga:

BAGIKAN