Sri Miranthy Adisthy, Perempuan Pertama Pimpin Disdukcapil Batam

Kadisdukcapil Batam sekarang
Sri Miranthy Adisthy resmi dilantik sebagai Kepala Disdukcapil Batam, menandai langkah baru bagi keterlibatan perempuan dalam birokrasi kota. Dok. Pemko Batam

BATAM (gokepri) – Untuk pertama kalinya, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Batam dipimpin oleh seorang perempuan. Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, melantik Sri Miranthy Adisthy sebagai kepala dinas dalam pelantikan di Aula Engku Hamidah, Kamis 13 November 2025.

Pelantikan ini menandai sejarah baru dalam birokrasi Batam. Selain menjadi perempuan pertama di posisi itu, Adisthy juga termasuk kepala dinas termuda di lingkungan Pemko Batam.

Penunjukan ini menegaskan komitmen Pemko Batam dalam memberikan ruang bagi generasi muda dan perempuan untuk berperan aktif dalam birokrasi dan pelayanan publik.

HBRL

“Pelayanan kependudukan harus dibenahi dengan semangat baru dan inovasi,” kata Amsakar dalam sambutannya. Ia berharap sosok muda seperti Adisthy mampu mempercepat digitalisasi dan meningkatkan mutu layanan Disdukcapil.

Kadisdukcapil Batam sekarang
Wali Kota Batam Amsakar Achmad menyerahkan surat keputusan pelantikan kepada Sri Miranthy Adisthy, perempuan pertama yang menjabat Kepala Disdukcapil Kota Batam, di Aula Engku Hamidah, Kamis (13/11/2025). Dok. Pemko Batam

Sebelum dipercaya memimpin Disdukcapil, Adisthy memimpin Kecamatan Lubukbaja. Ia dikenal lewat program “Lubukbaja Berada” (Lubukbaja Bersih dan Waspada), yang menggerakkan partisipasi warga menjaga kebersihan dan kewaspadaan lingkungan. Program itu mendapat apresiasi karena memperkuat kolaborasi pemerintah dan masyarakat di tingkat akar rumput.

Pendekatan empatik, partisipatif dan komunikatif membuat Adisthy dekat dengan warga dan pegawainya. Gaya kepemimpinannya tegas, namun humanis. “Pelayanan yang baik berawal dari niat tulus membantu masyarakat,” ujarnya.

Kadisdukcapil Batam sekarang
Sri Miranthy Adisthy menerima amanah sebagai Kepala Disdukcapil Batam dari Wali Kota Amsakar Achmad. Ia menjadi simbol regenerasi dan semangat baru dalam pelayanan publik. Dok. Pemko Batam

Sebagai kepala dinas, Adisthy menghadapi tantangan besar: mempercepat layanan kependudukan di kota dengan mobilitas tinggi dan populasi beragam seperti Batam.

Ia menyiapkan beberapa langkah awal: memperluas layanan digital, memperbanyak program jemput bola ke kecamatan, dan mengedukasi warga soal pentingnya administrasi kependudukan. “Kami ingin masyarakat mendapat layanan yang cepat, mudah, dan transparan,” katanya.

Arah kebijakannya sejalan dengan upaya Pemko Batam membangun birokrasi yang lebih terbuka dan efisien. Keberadaannya menjadi simbol perubahan, bukan sekadar dalam hal gender, tetapi dalam cara bekerja dan melayani.

Baca Juga: Empat Nama Berebut Kursi Sekda Batam

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Pos terkait