Batam (gokepri) – Indonesia bakal punya sepuluh kapal patroli hasil dari skema hibah luar negeri dari Pemerintah Spanyol. Hal itu diungkapkan oleh Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Sakti Wahyu Trenggono di Batam.
“Kapal itu akan diberikan kepada PSDKP, (Ditjen Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan) ” ujarnya, Kamis 28 Desember 2023.
Dari sepuluh kapal tersebut, 4 unit akan dibangun di Batam dan 6 unit didatangkan langsung dari Spanyol. Kapal-kapal tersebut akan dilengkapi dengan teknologi canggih dengan melibatkan radar satelit sebagai pemantau.
Baca Juga: Kawal Kebijakan Ekonomi Biru, KKP Luncurkan Dua Kapal Patroli di Batam
“Sesuai dengan perannya Indonesia memiliki 6 zona dan ini yang harus dipenuhi dengan pengawasan yang tertib dan baik sehingga kita setara dengan negara-negara maju di luar sana yang lebih dahulu lebih baik secara pengawasan,” kata dia.
Ia menjelaskan, untuk menjaga laut Indonesia, idealnya aparat keamanan harus memiliki 70 kapal pengawas atau patroli. Menurut dia, Indonesia memiliki 6 zona pengawasan yang harus mendapat perhatian lebih.
“Jadi tidak hanya sektor perikanan saja, tetapi juga ruang-ruang laut tetap harus dijaga dan diawasi perkembangannya. Salah satuhya desakan ekonomi di sektor kelautan seperti reklamasi kemudian kerusakan ekosistem, terumbu karang, mangrove pesisir dan lain sebagainya,” kata dia.
Diketahui, KKP pada tahun ini telah menerima dua unit kapal hibah asal Jepang yakni Hakurei Maru yang kemudian dinamakan Orca 05. Kapal ini tiba di tanah air pada 15 Juni 2023. Kemudian Shirahagi Maru yang kemudian dinamakan Orca 06 dan tiba pada September 2023.
Kapal hibah yang merupakan kapal patroli bekas pakai dari Badan Perikanan Jepang ini memiliki panjang 63,37 meter. Keunggulannya dapat beroperasi di laut hingga 25 hari.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Penulis: Engesti Fedro









