Sosialisasi Pencegahan HIV/AIDS di Batam Menyasar Siswa SMA

Puskesmas Tanjungbuntung
Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam Didi Kusmarjadi. (Foto: gokepri/Engesti)

Batam (gokepri.com) – Sosialisasi pencegahan human immunodeficiency virus dan human immunodeficiency virus (HIV/AIDS) di Batam menyasar para siswa SMA dan sederajat.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam Didi Kusmarjadi mengatakan usia yang rentan mengidap HIV/AIDS di Indonesia yaitu 20 hingga 50 tahun.

Didi mengatakan saat ini pemerintah lebih fokus kepada upaya pencegahan dan pengobatan pada pasien yang terpapar HIV/AIDS.

HBRL

Baca Juga: Penderita HIV AIDS di Batam Capai 500 Orang Sepanjang 2022

Melihat usia rentan tersebut maka pihaknya pun menyasar usia tersebut, yang diawali dengan usia SMA.

“Jadi kami edukasi sedini mungkin, bahkan dari jenjang SMA kami sudah konsentrasi sekarang untuk sosialisasi. Karena tren lelaki suka lelaki (LSL) ini ditemukan banyak kasus,” kata Didi, Senin 24 Agustus 2023.

Didi berharap lewat edukasi dan sosialisasi maka pemahaman para pelajar dan masyarakat terhadap penyakit dan penularan HIV/AIDS meningkat. Sehingga mereka dapat menjaga diri dan tidak terpapar virus tersebut.

“Mencegah itu lebih baik dimulai sedini mungkin. Salah satunya sosialisasi kepada siswa di jenjang SMA sederajat ini,” kata Didi.

Selain sosialisasi Dinkes Batam juga rutin mengambil sampel di beberapa lokasi yang berisiko tinggi, seperti tempat hiburan yang ada di Batam.

Kegiatan itu dilakukan melalui koordinasi dengan lembaga swadaya masyarakat yang bergerak di bidang HIV/AIDS.

“Kami menyasar kelompok berisiko tinggi. Hal ini juga merupakan langkah pendataan, dan dilakukan pencegahan penyebaran,” kata dia.

Selain itu pihaknya juga menyarankan agar yang terpapar mendapatkan pengobatan.

“Kalau sudah terpapar HIV kami berupaya mengobati dan mengendalikan virus ini, agar tidak menjadi AIDS,” kata dia.

Dinkes Kota Batam juga bertugas memberikan pengobatan kepada mereka yang terpapar virus HIV/AIDS.

“Obat itu untuk memperlambat perkembangan virus, jangan sampai HIV itu menjadi AIDS,” ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: Antara

Pos terkait