Siswa Terpapar Covid-19, Belajar Tatap Muka SMPN 43 Batam Dihentikan

Siswa SMPN 43
Gedung SMPN 43 Batam. Sekolah ini telah menghentikan Pembelajaran Tatap Muka (PTM), karena salah satu siswanya terpapar Covid-19. (Aat/gokepri)

Batam (Gokepri.com) – Pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) digelar SMPN 43 Batam mendadak dihentikan. Pasalnya kedapatan salah satu siswa kelas IX terpapar Covid-19.

Padahal sekolah ini sudah hampir tiga pekan menggelar PTM, namun tiba-tiba dikejutkan dengan kabar dari pihak orang tua siswa bahwa anaknya tidak masuk sekolah dikarenakan terjangkit Covid-19.

Hal ini dibenarkan Waka Kesiswaan SMPN 43 Batam, Sudirman SPd, kalau sekolahnya ditutup sementara dikarenakan ada salah satu siswa kelas IX-C.

Sudirman menegaskan bahwa siswa ketahuan terpapar Covid-19 bukan ketika berada di sekolah, melainkan dari informasi pihak keluarga siswa mengabarkan kalau anaknya tidak masuk sekokah karena terjangkit Covid-19. Namun demikian pihak sekolah telah melaporkan hal tersebut kepada Gugus Covid-19 Puskesmas dan Dinas Pendidikan.

Begitu pula daftar nama guru dan siswa yang pernah kontak langsung dengan siswa tersebut telah dilaporkannya.

“Keluarganya menelpon sekolah kalau anak tersebut tidak bisa masuk sekolah dikarenakan terkena Covid-19. Kini orang tua siswa yang laki-laki dirawat di RS Elizabet, dan orang tua perempuan di RS Harapan Bunda,” ujar Sudirman saat dihubungi melalui telepon genggamnya, Senin (29/3).

Menurut Sudirman, sekolah menutup PTM terhitung dari mulai Senin (29/3) ini, dan belum dipastikan kapan sekolah kembali dibuka lagi. Penutupan PTM ini, kata dia, telah diedarkan keseluruh orang tua murid melalui group WA masing-masing kelas.

“Pak kepsek sudah mengeluarkan pengumuman secara resmi melalui WA Walikelas yang diteruskan ke WA orang tua paguyupan kelas. Untuk selanjutnya siswa belajar di rumah melalui PJJ daring lagi,” katanya.

Di tempat terpisah, Indrayana salah satu praktisi pendidikan Batam, menilai dengan munculnya kasus pelajar yang terpapar Covid-19 itu harus menjadi peringatan agar semua tetap berhati-hati dan waspada. Terutama sekolah yang sedang menggelar penerapan PTM sekarang ini.

Indra mengaku khawatir dengan pembukaan PTM pada masa pandemi ini akan terjadi claster baru di lingkungan sekolah. “Alangkah baiknya sekarang ini siswa-siswi dan guru di SMPN 43 Batam di cek semuanya, karena virus ini bagaikan mata rantai terjangkit satu bisa tertular semuanya,” jelasnya. (aat)

BAGIKAN