Siswa Gagal PPDB Ditampung ke Sekolah Lain dan Swasta

PPDB SMP Jalur Zonasi
Petugas di Posko Pengaduan Disdik Batam siap melayani kendala terkait PPDB SMP jalur zonasi. Foto: Gokepri.com/Engesti

BATAM (gokepri) – Siswa yang gagal diterima PPDB SMP di Batam akan ditampung di sekolah yang masih tersedia kuota siswa dan sekolah swasta. Langkah ini harus diambil karena sekolah yang dianggap orangtua siswa favorit kuotanya terbatas.

Kepala Dinas Pendidikan Batam Tri Wahyu Rubianto mengatakan dinas telah memetakan siswa yang tidak tertampung daam penerimaan peserta didik baru atau PPDB tahun ini. Mereka akan dialihkan ke sekolah-sekolah yang masih memiliki ruang belajar. Mereka tak tertampung PPDB sekolah favorit karena sudah kelebihan kapasitas.

Baca: Ombudsman Ungkap Temuan dalam PPDB di Kepri

“Untuk sekolah yang sudah selesai dipetakan akan segera diproses pemberitahuan siswanya. Namun untuk sekolah yang bermasalah sedang dibahas. Insyaallah yang terbaik untuk anak Batam,” kata dia saat dihubungi, Rabu 10 Juli.

Sekolah bermasalah yang dimaksud adalah sekolah yang sudah menampung peserta didik melebihi kapasitas. Namun peserta didik tidak ingin pindah.

Wahyu menjelaskan masih ada beberapa sekolah yang masih menunggu peserta didik untuk dapat bersekolah. Sebab, beberapa sekolah pilihan orang tua yang anaknya tidak diterima sudah terlalu penuh.

“Ada tiga sekolah. Tim saya sedang mendetailkan ini. Sekolah yang sangat banyak menunggu namun harus share dengan sekolah lain. Karena tidak bisa tambah rombel dengan guru yang terbatas,” kata dia.

Disdik Batam bekerja sama dengan sekolah-sekolah negeri dan swasta untuk menemukan solusi terbaik bagi para siswa yang belum tertampung. Proses ini melibatkan analisis data dan konsultasi dengan kepala sekolah untuk memastikan bahwa penempatan siswa dilakukan secara optimal.

“Ini sedang kami atur bagaimana tidak menjadi masalah lanjutan,” kata dia.

Baca: Ada Pendaftar Pakai KK Orang Lain di Sistem PPDB Batam

Dinas Pendidikan juga menjamin penambahan rombel di beberapa sekolah juga dilakukan dengan mempertimbangkan fasilitas dan kapasitas yang tersedia.

Salah satu upaya dengan menambah jumlah siswa dalam satu rombel di sekolah yang bermasalah. Namun juga harus diikuti dengan kebutuhan lainnya yaitu meja kursi siswa.

“Namun tidak semua sekolah bisa diperlakukan seperti ini. Ini lebih banyak berlaku pada sekolah yang tunggal dan jauh penyangganya,” kata dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Penulis: Engesti Fedro

BAGIKAN