Serapan Mandek, Program Pinjaman Tanpa Bunga Pemko Batam Dievaluasi

modal usaha tanpa bunga agunan
Wali Kota Batam Amsakar Achmad (kiri) bersama Branch Manager BTN Kantor Cabang Batam Wahyudi Gusti Antony (kanan) saat peluncuran program pinjaman modal tanpa bunga dan agunan bagi UMKM di Batam, Senin (23/6/2025). Program ini bertujuan memperkuat ekonomi kerakyatan dan mendukung pelaku usaha mikro. GOKEPRI/Muhammad Ravi

BATAM (gokepri) — Program pinjaman tanpa bunga yang digulirkan Pemerintah Kota Batam nyaris jalan di tempat. Dari target 1.500 penerima manfaat, program pemberdayaan ekonomi itu baru menjangkau 19 pelaku usaha. Fakta ini membuat Wali Kota Batam Amsakar Achmad angkat bicara dan menyebutnya sebagai catatan serius.

Amsakar menilai rendahnya realisasi program tersebut tak bisa dibiarkan. Menurut dia, kebijakan yang tak bekerja semestinya harus dievaluasi, bukan dipertahankan sekadar demi formalitas.

“Ini rapor merah yang tidak bisa kami tutupi. Kalau formulanya tidak berjalan, jangan dipaksakan. Kami harus cari pendekatan lain yang benar-benar memberdayakan ekonomi rakyat,” kata Amsakar di Batam, Rabu, 7 Januari 2026.

Evaluasi program akan dilakukan melalui Forum Rencana Kerja Tahunan (Ranual) secara berjenjang, mulai dari tingkat kota hingga kelurahan dan kecamatan. Amsakar menekankan, pembangunan harus berangkat dari evaluasi yang jujur agar kebijakan tidak meleset dari sasaran.

Ia menyebut Pemko Batam kini tengah menggeser orientasi pembangunan. Jika sebelumnya lebih banyak bertumpu pada proyek fisik dan infrastruktur, ke depan fokus diarahkan pada penguatan sumber daya manusia dan pemberdayaan masyarakat.

Program pemberdayaan tersebut, kata Amsakar, ditujukan bagi kelompok rentan, anak usia sekolah, hingga warga yang belum memiliki keterampilan kerja. Pemerintah ingin mendorong kelompok-kelompok ini agar tidak terus bergantung pada bantuan.

“Memberdayakan itu memberi peluang bagi mereka yang tertinggal. Yang belum punya keterampilan kami bekali, yang belum berdaya kami dorong supaya mandiri,” ujarnya.

Dalam paparannya, Amsakar juga menyinggung tiga pendekatan pembangunan yang menjadi acuan Pemko Batam: menghadirkan fasilitas yang belum tersedia, meningkatkan kualitas yang sudah ada, serta mendorong masyarakat agar lepas dari ketergantungan.

Ia menegaskan ukuran keberhasilan pembangunan tidak rumit. “Angka kemiskinan harus turun, pengangguran berkurang. Kalau itu tercapai, berarti arah pembangunan kita benar,” kata Amsakar.

Karena itu, menurut dia, program pinjaman tanpa bunga perlu ditinjau ulang secara serius agar benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat, bukan sekadar tercantum di atas kertas.

Baca Juga: Mengapa Banyak UMKM Batam Gagal Dapat Pinjaman Modal Rp20 Juta?

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Pos terkait