JAKARTA (gokepri.com) – Kementerian Luar Negeri (Kemlu) berkoordinasi dengan KBRI Teheran untuk memastikan keselamatan para WNI menyusul serangan Israel dan Amerika Serikat.
Untuk diketahui, Amerika Serikat dan Israel pada Sabtu (28/2) melancarkan serangan militer gabungan yang menyasar sejumlah titik strategis di Iran, termasuk ibu kota Teheran. Serangan tersebut memicu eskalasi ketegangan di kawasan Timur Tengah.
Sebagai balasan, Iran meluncurkan serangan yang menargetkan wilayah Israel serta sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat di Timur Tengah. Iran mengklaim serangan balasan tersebut menyasar puluhan instalasi militer AS di kawasan Teluk dan negara-negara sekitarnya.
Setidaknya lima kota di Iran terdampak dari serangan Israel dan AS, yakni Isfahan, Qom, Karaj, Kermanshah, serta bu kota Teheran. Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan serangan militer terhadap Iran dalam pernyataan video. Trump menyebut serangan AS sebagai serangan “besar-besaran dan berkelanjutan” untuk menghancurkan rudal dan angkatan laut Iran.
Usai serangan militer itu, Kemlu RI terus memantau kondisi WNI di Iran. KBRI telah mengeluarkan edaran terkait hal yang harus dilakukan para WNI buntut situasi panas yang terjadi di Iran saat ini.
“KBRI Teheran saat ini memprioritaskan komunikasi intensif dengan para Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di Iran,” kata Juru Bicara Kemlu Vahd Nabyl Achmad Mulachela, Sabtu (28/2/2026).
“Kita akan terus melakukan asesmen menyeluruh terhadap situasi keamanan dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk memastikan keselamatan WNI. Diimbau agar seluruh WNI di Iran untuk tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, mengikuti arahan otoritas setempat, serta menjaga komunikasi dengan KBRI,” imbuhnya.
Duta Besar RI untuk Iran dan Turkmenistan Roy Soemirat mengungkap ada 329 WNI yang lapor secara resmi berada di Kota Teheran. Pihaknya memastikan untuk terus melakukan komunikasi kepada para WNI.
“Konsentrasi KBRI Tehran saat ini adalah terus melakukan komunikasi dua arah dengan seluruh warga negara Indonesia yang ada di Iran di seluruh kota, tercatat paling tidak ada sekitar 329 warga negara Indonesia yang melaporkan diri dan tercatat secara resmi di KBRI Teheran,” kata Roy melalui pesan suara yang dibagikan Juru Bicara Kemlu Vahd Nabyl Achmad Mulachela, Sabtu (28/2/2026).
Roy mengatakan komunikasi penting dilakukan untuk asesmen dan memberikan perlindungan yang dibutuhkan kepada para WNI. Sejauh ini, kata Roy, belum ada WNI yang merasa terancam imbas adanya serangan rudal Israel dan AS.
“Adapun dapat saya sampaikan, sampai saat ini sekitar waktu 02.30 sore waktu Iran, seluruh simpul-simpul WNI yang kami hubungi di berbagai kota di Iran menyampaikan bahwa dirinya tidak mengalami atau merasakan adanya ancaman langsung terhadap para WNI tersebut,” ujarnya. *
(sumber: detik.com)






