Batam (Gokepri.com) – Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batam, Tri Wahyu Rubianto menyebut Kota Batam masih kekurangan guru pengajar. Pihaknya merasa dilema untuk menambah rombongan belajar (rombel) karena tidak ada lagi kebijakan dari pemerintah pusat untuk menambah guru honorer.
Tri Wahyu mengatakan rata-rata guru di Batam sudah mengajar lebih dari 35 jam setiap minggunya.
“Kalau mau nambah rombel otomatis harus menambah guru. Sementara tidak ada kebijakan untuk menambah guru,” kata dia, Rabu 3 Juli 2024.
Baca Juga: Gaji dan Pesangon Tak Dibayar, Belasan Guru SMK Mengadu ke Disnaker Batam
Tri menjelaskan, berdasarkan hasil PPDB tahun 2024, lebih dari 1.200 siswa di Batam tidak lolos masuk SMP negeri.
“Ini yang menjadi kendalanya. Tapi nanti bapak Walikota tentu akan mengambil kebijakan bagi kenyaman masyarakat di Kota Batam dan saya yakin akan berpihak pada masyarakat dengan mempertimbangkan kondisi satuan Pendidikan negeri di kota Batam saat ini, ” kata dia.
Tri berharap orang tua yang anaknya tidak diterima di sekolah negeri dapat mencari alternatif sekolah swasta. Selain itu, ia saat ini juga tengah melakukan pemetaan sekolah yang masih belum penuh kuotanya untuk diarahkan ke sekolah tersebut.
“Sehingga mereka yang belum diterima baik di pilihan satu atau pilihan dua bisa tetap bersekolah di negeri,” ujar Tri.
Selanjutnya bagi siswa yang sudah diterima di pilihan satu atau pilihan dua ia meminta untuk segera mendaftar ulang. Dinas Pendidikan kata Tri, tak mengenal yang namanya pencabutan berkas dan bila tidak mendaftar ulang di sekolah bersangkutan maka dianggap mengundurkan diri.
“Misalnya diterima di pilihan kedua namun tetap bersikukuh di pilihan pertama yang sudah penuh, kami nggak kenal cabut berkas, jika tak segera daftar ulang kami anggap mengundurkan diri dan silakan mencari sekolah swasta, ” tegas Tri.
Anggota DPRD Batam Udin P Sihaloho mengatakan, memang sudah ada aturannya untuk tidak menambah guru honorer. Bagi siswa yang tidak diterima di sekolah negeri dia berharap orang tua menyekolahkan anaknya di sekolah swasta.
“Ya masuk sekolah swasta. Kapan lagi sekolah swasta berisi,” tegas Udin.
Dia menyebutkan, di tengah keterbatasan guru saat ini sangat tidak memungkinkan untuk menambah jumlah rombel di kelas ataupun sif belajar.
“Jangan dipaksakan ke sekolah negeri. Kadang banyak orang tua ketika ada sekolah gratis mereka lepas tanggung jawab dan memaksakan anaknya masuk di sekolah negeri,” ujarnya.
Udin juga meminta Pemerintah Kota Batam agar tetap bersinergi dengan sekolah swasta seperti subsidi silang sehingga biaya yang ditanggung orang tua menjadi tak terlalu berat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Penulis: Engesti









