Sejumlah Tokoh di Kepri Mendapat Gelar Adat Kesultanan Riau-Lingga

Sejumlah tokoh Kepri mendapatkan gelar adat Kesultana Riau-Lingga, di Kabupaten Lingga, Sabtu (13/7/2024). Foto: Humas Polda Kepri

Batam (gokepri.com) – Sejumlah tokoh di Kepri mendapat gelar adat dari Kesultanan Riau-Lingga dalam acara Zuriat dan Kerabat Kesultanan Riau-Lingga yang dilaksanakan di Kabupaten Lingga.

Para tokoh itu antara lain Kapolda Kepri Irjen Yan Fitri Halimansyah menerima gelar Dato Perdana Satya Buana, Wakil Walikota Batam Amsakar Achmad menerima gelar Dato Wira Lela Perkasa dan Bupati Lingga M Nizar menerima gelar Dato Wira Jaya Wangsa.

Kemudian dua tokoh Malaysia, Dato Seri Ahmad binza Burak mendapat gelar Dato Perdana Sadu Jauhari dan Prof. Dr. Sir Ungku Mohd Noor dengan mendapat gelar Perdana Indera Wangsa.

HBRL

Baca Juga: Polres Lingga Gelar Kegiatan Binrohtal untuk Membentuk Karakter

Penganugerahan gelar adat ini diberikan langsung oleh Yang Mulia Seri Paduka Baginda Sultan Hendra Syafri Riayat Syah Ibni Tengku Husein Saleh, Sabtu 13 Juli 2024. Gelar-gelar tersebut diberikan sebagi penghargaan atas dedikasi dan pengabdiannya masing-masing.

Untuk Yan Fitri, misalnya, gelar adat diberikan sebagai bentuk penghargaan atas pengabdiannya dalam menjaga keamana ndan ketertiban di wilayah Kepulauan Riau. Dalam sambutannya ia menyampaikan terima kasih atas gelar yang diberikan kepadanya.

“Dengan menyandang gelar kebesaran adat ini, kita tetap menjunjung adat besarnya martabat dan ketuhanan. Santun Melayu tahu adatnya, tahu Riau di atas tanahnya, tahu berbangsa, tahu negerinya, tahu berbahasa, tahu berbudinya,” kata Yan Fitri, dikutip dari siaran persnya.

Menurut dia, gelar itu bukan hanya untuk dirinya saja tapi juga untuk seluruh jajaran Polda Kepri yang telah bekerja keras dalam menjaga keamanan dan ketertiban di Kepulauan Riau.

“Bahasa Melayu pernah berpesan, orang yang arif berbudi, berbudi kaya bahasa. Kalau marwah sudah nampak, bagai burung yang terbang menerpa, terbang ngepak susah mengelak, di capak orang jangan mengelak, tegakkan diri bangsa kamu sendiri,” kata dia.

Sementara itu, dikutip dari rri.co.id, Ketua Panitia Penganugerahan Kebesaran Adat Diraja Kesultanan Riau-Lingga, Tengku Nazwar, mengatakan penabalan gelar diawali dengan kegiatan ziarah ke makam Sultan.

“Kehadiran tokoh penting di Bunda Tanah Melayu dari Provinsi Kepri hingga negara Malaysia di Daik Lingga, akan memberikan dampak positif terhadap perekonomian. Karena, seluruh penginapan dan hotel di Daik Lingga, akan terisi penuh selama dua hari untuk pelaksanaan penganugerahan,” ujarnya, Jumat 12 Juli 2024.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Pos terkait