Sejumlah Petugas Terluka Imbas Unjuk Rasa Ricuh di Batam Center

Demo rempang
Direktur Pengamanan BP Batam Brigjen Pol. Muhammad Badrus yang terluka saat ricuh di depan kantor BP Batam (ANTARA/Yude)

Batam (gokepri) – Beberapa orang petugas pengamanan aksi unjuk rasa menuntut 16 kampung tua di Pulau Rempang yang berlangsung di depan kantor Badan Pengusahaan (BP) Batam, terluka akibat lemparan batu, Senin (11/9).

Beberapa orang petugas yang terluka itu terdiri dari petugas Direktorat Pengamanan (Ditpam) BP Batam dan dari pihak Kepolisian. Mereka langsung dibawa ke klinik yang ada di dalam kantor BP Batam untuk mendapat perawatan.

Kepala Biro Humas, Promosi dan Protokol BP Batam Ariastuty Sirait mengatakan salah satu korban yang terluka merupakan pejabat utama BP Batam yakni Direktur Pengamanan (Dirpam) BP Batam Brigjen Pol Muhammad Badrus. “Ada sekitar enam orang yang terluka, baik dari Ditpam maupun dari polisi. Salah satunya yang terluka itu Jenderal bintang satu. Dia kena lemparan di bagian dagu sampai berdarah,” ujar Tuty sapaan Ariastuty di lokasi, Senin (11/9).

HBRL

Baca Juga: Unjuk Rasa Pertahankan Kampung Tua di Rempang, Rudi Ajak Warga Temui Pemerintah Pusat

Demo rempang
Direktur Pengamanan BP Batam Brigjen Pol. Muhammad Badrus yang terluka saat ricuh di depan kantor BP Batam (ANTARA/Yude)
Demo Rempang
Walikota Batam ex officio Kepala BP Batam Muhammad Rudi. Foto: gokepri/Engesti Fedro

Saat ini, kata Tuty, beberapa orang petugas itu sudah mendapatkan perawatan di ruang kesehatan BP Batam. “Saat ini sedang dirawat,” katanya.

Hingga saat ini situasi di sekitar kantor BP Batam masih belum kondusif. Warga yang ikut unjuk rasa masih bertahan di sekitar kawasan kantor BP Batam.

Petugas pengamanan dari TNI/Polri, Satpol PP, dan Ditpam BP Batam juga masih menjaga dengan atribut lengkap. Tidak hanya itu, kendaraan taktis juga disiagakan untuk menahan amukan warga.

Diberitakan sebelumnya, ribuan warga yang berasal dari masyarakat Melayu berunjuk rasa di depan Kantor Badan Pengusahaan (BP) Batam, Senin pagi, 11 September 2023. Massa menuntut 16 kampung tua di Rempang dipertahankan.

Para pengunjuk rasa menggelar aksi sejak pukul 10.30. Massa dari kalangan masyarakat tidak hanya laki-laki, tetapi juga perempuan. Tidak hanya dari Batam, tapi dari beberapa daerah seperti Tanjungbalai Karimun, Riau hingga Jambi. Mereka memadati jalan bundaran di depan Kantor BP Batam, Batam Centre.

Kepala BP Batam Muhammad Rudi menemui massa dan berdialog. Ia menanggapi tuntutan pada aksi kedua atas penolakan relokasi 16 titik kampung tua Pulau Rempang, Kota Batam.

Adapun unjuk rasa ribuan masyarakat yang mengatasnamakan diri dari Laskar Pembela Marwah Melayu di depan kantor BP Batam, Kota Batam, Kepulauan Riau, sempat ricuh pada Senin siang (11/9). Kericuhan terjadi saat massa melempari gedung BP Batam.

Demonstran sempat merusak dan membuka paksa sekeliling pagar kantor BP Batam. Warga yang awalnya melakukan aksi dengan damai, tiba-tiba ricuh dengan menghancurkan pagar.

Lemparan batu, kayu, hingga bom molotov dilemparkan warga ke arah halaman kantor BP Batam. Gas air mata dan water canon juga sudah ditembakkan ke arah kerumunan aksi unjuk rasa oleh petugas.

Pegawai, awak media dan petugas berhamburan menyelamatkan diri menghindar dari lemparan batu. Dari pantauan, beberapa petugas dan karyawan BP Batam ada yang terluka akibat terkena lemparan batu.

Hingga saat ini situasi di lapangan sudah kondusif. Petugas gabungan berhasil menghadang warga yang beberapa sudah masuk ke dalam halaman kantor BP Batam.

Kepala BP Batam Muhammad Rudi sempat jalan kaki meninjau lokasi di depan kantor BP Batam usai ribuan massa dihadang menjauh dari kantor BP Batam. “Saya sedang bersedih hati,” ujarnya singkat ketika diwawancara sambil berjalan kaki.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: Antara, Engesti Fedro, Muhammad Ravi

Pos terkait