Satlinmas Karimun Dibekali Pelatihan Penanganan Bencana dan Kebakaran

Satlinmas Karimun
Anggota Satlinmas Karimun berlatih penanganan bencana dan kebakaran di Holiday Karimun Hotel, Tanjungbalai, Kabupaten Karimun, pada Kamis, 7 November 2024. Foto: Satpol PP Kepri

KARIMUN (gokepri) – Anggota Satlinmas Karimun mendapat pelatihan penanganan bencana dan kebakaran, dengan fokus pada teknik pembidaian dan pencegahan kebakaran. Pelatihan ini bertujuan meningkatkan kesiapan anggota Satlinmas dalam menangani situasi darurat dan mengurangi dampak bencana.

Koordinator Pos Search and Rescue (SAR) Tanjungbalai Karimun, Basarnas Kepri, Nugraha Ade Chandra, mengatakan penanganan bencana memerlukan kesiapan khusus agar dampaknya bisa diminimalkan. Salah satu keterampilan penting adalah menangani cedera, seperti patah tulang yang sering terjadi akibat bencana.

“Pengetahuan dasar tentang pembidaian sangat penting. Pembidaian berfungsi untuk menstabilkan bagian tubuh yang cedera, seperti patah tulang atau keseleo, agar tidak bergerak dan mencegah kerusakan lebih lanjut,” kata Nugraha di Holiday Karimun Hotel, Tanjungbalai, Kabupaten Karimun, Kamis (7/11).

Nugraha bersama Hendra Hidayat, Kabid Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran Karimun, memberikan materi dalam Koordinasi Penyelenggaraan Ketentraman, Ketertiban Umum, dan Pelindungan Masyarakat. Anggota Satlinmas perlu memahami penanganan bencana sebagai bagian dari tugas mereka dalam membantu menangani bencana.

Nugraha memberikan pelatihan dan praktik langsung tentang cara pembidaian yang benar. Para peserta diajarkan langkah-langkah pembidaian untuk mencegah cedera lebih lanjut.

“Pembidaian bisa bersifat sementara sebagai pertolongan pertama, atau permanen hingga cedera sembuh,” ujar Nugraha.

Satlinmas Karimun
Anggota Satlinmas Karimun berlatih penanganan bencana dan kebakaran di Holiday Karimun Hotel, Tanjungbalai, Kabupaten Karimun, pada Kamis, 7 November 2024. Foto: Satpol PP Kepri

Untuk pembidaian, Nugraha menyarankan menggunakan benda keras, lurus, dan kuat, seperti kayu atau penggaris, bahkan majalah atau kardus yang dilipat. Selain itu, kain atau perban digunakan untuk mengikat.

Nugraha menekankan pentingnya komunikasi dengan korban untuk menjaga kenyamanan mereka dan mencegah cedera lebih lanjut. Bidai harus menutupi sendi di atas dan bawah tulang yang patah untuk menjaga stabilitas.

Sementara itu, Hendra Hidayat menyampaikan materi tentang penanganan bencana, khususnya kebakaran. Hendra dan Agus Suroso, dari Bidang Pemadam Kebakaran, mengenalkan berbagai aspek terkait kebakaran, alat pemadam, dan cara penanganannya.

Tim Pemadam Kebakaran Karimun menjelaskan bencana adalah peristiwa yang menyebabkan kerusakan besar, gangguan kehidupan, atau kerusakan lingkungan. Bencana dapat disebabkan oleh faktor alam maupun aktivitas manusia, seperti kebakaran atau kecelakaan industri.

Agus menjelaskan api sebagai hasil reaksi kimia yang terjadi ketika bahan bakar bereaksi dengan oksigen dan menghasilkan panas dan cahaya. Api memiliki tiga elemen utama: bahan bakar, oksigen, dan sumber panas. Ketiga elemen ini membentuk segitiga api.

Agus juga memaparkan metode pemadaman api dan memperkenalkan berbagai alat pemadam api ringan (APAR). Jika salah satu elemen ini dihilangkan, api akan padam. Oleh karena itu, pemadaman api bertujuan untuk menghilangkan salah satu atau lebih elemen segitiga api.

“Mengetahui cara pencegahan dan penanganan kebakaran sangat penting untuk mengurangi risiko kebakaran dan melindungi keselamatan diri serta lingkungan sekitar,” kata Agus. (INFO)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Baca Juga: Satpol PP Kepri Bekali Satlinmas untuk Bantu Penanganan Bencana

Pos terkait