Batam (gokepri.com) – Sebanyak 10 ekor sapi ilegal masuk ke Kota Batam melalui Jembatan IV Barelang. Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Batam langsung gerak.
Kepala DKPP Batam Mardanis mengatakan saat ini tim dari Satgas PMK tengah mendatangi lokasi keberadaan sapi di Sei Temiang, Sekupang.
“Benar. Kemarin masuk dari Jembatan IV Barelang, kami sedang cek lokasi sapinya di Sekupang,” kata dia, Selasa 30 Mei 2023.
Baca Juga: 550 Sapi Dari NTT Tiba di Batam, Dipastikan Aman dari PMK
Ia menjelaskan, temuan adanya sapi ilegal ini dinilai membahayakan. Sebab wabah penyakit mulut kuku (PMK) masih marak. Sapi tersebut diduga datang dari Jambi.
Pihaknya sudah berkoordinasi dengan kepolisian, karantina untuk mengurus dokumen pemulangan sapi ke daerah asal.
“Sedangkan proses sapi bisa masuk itu di Karantina dulu di dalam ini kan tidak,” kata dia.
Berdasarkan aturan DKPP bertugas memberikan rekomendasi untuk mendatangkan hewan ke Batam. Izin rekomendasi tersebut bisa dikeluarkan dengan beberapa persyaratan kelengkapan uji lab. Setelah itu baru dikeluarkan rekomendasi.
“Lab itu kan banyak, dan ada biayanya. Karena mereka tak mau repot dan berbayar, jadi sapi ini dikirim dan masuk Batam ilegal.
Ia mengatakan masuknya sapi tanpa dokumen resmi ini, dikhawatirkan mengancam keselamatan konsumen. Padahal pemerintah sudah memberikan kemudahan dalam perizinan mendatangkan sapi ke Batam.
“Kalau dari kami sudah pasti dipulangkan. Namun itu tergantung karantina juga. Sebab mereka sangat paham untuk lalu lintas hewan,” kata Mardanis.
Ia mengatakan aktivitas mendatangkan sapi secara ilegal ini sudah jelas melanggar aturan, dan sudah bisa diperkarakan. Apalagi sekarang masih dalam pemulihan PMK.
“Semua sudah mudah. Mereka malas urus. Hanya untuk menghemat biaya,” kata dia.
Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kota Batam, Gunawan Satary menyayangkan adanya hewan ternak sapi ilegal masuk ke Batam.
Hal ini dinilai sangat merugikan, dan tidak menghargai pelaku usaha atau asosiasi yang selama ini sudah mematuhi prosedur untuk mendatangkan sapi ke Batam.
“Mereka memasukkan sapi yang diragukan keamanan, dan kesehatannya. Masuk lewat jalur ilegal, dan tidak ada uji klinis kesehatan hewan,” kata dia.
Ia berharap Satgas Penangan PMK bisa lebih proaktif dalam memerangi tindakan ilegal ini.
“Masyarakat kan tidak bisa mengawasi. Jadi kami sangat berharap Satgas PMK mengawasi hal ini lebih baik lagi. Karena masuknya sapi ilegal sangat mengancam,” kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Penulis: Engesti









