Batam (gokepri) – Sui Eng menjadi satu-satunya korban tewas dari peristiwa kebakaran di Pulau Buluh, Kota Batam, Rabu pagi. Ia terjebak di dalam rumah dan tak bisa diselamatkan karena pintu terkunci.
Pulau Buluh, Kota Batam, diguncang peristiwa kebakaran pada Rabu, 19 Juli 2023, sekitar pukul 06.00 WIB. Kebakaran tersebut menghanguskan sembilan rumah di pesisir Pulau Buluh dan menyebabkan satu korban meninggal dunia.

M Ramadhan Zhuri, Camat Bulang, mengonfirmasi korban meninggal adalah Sui Eng, seorang wanita berusia 73 tahun. Pintu rumah terkunci sehingga tidak bisa diselamatkan ketika kebakaran. Jenazah korban sudah dievakuasi.
“Ketika terjadi kebakaran, korban sulit untuk diselamatkan karena terkunci dari dalam. Api cepat besar dan menyulitkan upaya penyelamatan,” ujar M Ramadhan Zhuri pada Rabu, 19 Juli 2023.

Aparat kepolisian saat ini belum mengetahui penyebab pasti kebakaran ini. Namun, api diketahui makin besar sehingga menghanguskan sembilan rumah. Saat ini, jenazah korban telah dibawa ke rumah duka oleh pihak keluarganya.
“Pihak kepolisian sedang menyelidiki penyebab kebakaran ini. Sementara itu, keluarga korban yang lain mengungsi di posko tanggap darurat,” tambahnya.
Leo Putra, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Sosial Kota Batam, menyatakan pihaknya telah melakukan upaya tanggap darurat dengan mendirikan posko di lokasi kejadian.
“Posko ini akan menangani permasalahan para korban. Alhamdulillah, posko telah berdiri dan siap memberikan bantuan,” ungkapnya.
Pemerintah Kota Batam berkomitmen untuk memberikan dukungan maksimal kepada para korban. Upaya akan dilakukan untuk memastikan bantuan terpenuhi dan kebutuhan dasar warga terdampak terpenuhi.
“Kami akan memberikan paket sembako untuk korban selama seminggu. Selanjutnya, kami akan melakukan rapat untuk merencanakan bantuan selanjutnya,” tegas Leo Putra.
Baca Juga:
- Wali Kota Rudi Gerak Cepat Tangani Kebakaran di Pulau Buluh
- KEBAKARAN DI PULAU BULUH: Satu Korban Tewas dan 9 Rumah Hangus
Cek Berita dan Artikel yang lain diĀ Google News









