Rugi Rp4 Miliar, BUMD Tanjungpinang Terancam Ditutup

Walikota Tanjungpinang, Rahma

TANJUNGPINANG (gokepri.com) – BUMD Tanjungpinang terancam ditutup setelah rugi Rp4 miliar selama periode 2020-2021. Pertimbangan penutupan BUMD PT Tanjungpinang Makmur Bersama (PT TMB) itu diungkapkan oleh Wali Kota Tanjungpinang Rahma.

Rahma yang juga pemegang saham utama BUMD mengatakan berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB),  diketahui BUMD PT TMB pada 2020 merugi sebesar Rp1,8 miliar, dan 2021 sebesar Rp2,3 miliar.

“Itu dari hasil audit keuangan BUMD PT TMB tahun 2020-2021. Belum termasuk tahun 2022,” kata Rahma, Kamis 24 November 2022.

HBRL

Rahma juga menyoroti pemasukan BUMD PT TMB hanya sebesar Rp200 juta per tahun, sementara modal operasional yang diperlukan untuk menjalankan perusahaan itu sekitar Rp300 juta per tahun.

“Itu saja minus Rp100 juta. Tak ada untung,” kata dia.

Terkait rencana penutupan itu, Rahma mengatakan akan meminta masukan dari pihak-pihak terkait. Apakah harus ditutup atauy mencari direksi baru untuk memaksimalkan perusahaan milik pemerintah daerah tersebut.

Menurut Rahma kondisi ini tidak bisa dibiarkan terus-menerus, sehingga perlu diambil langkah strategis menyangkut nasib ke depan perusahaan plat merah tersebut.

Selain pertimbangan menutup BUMD PT TMB, ada juga opsi untuk mengganti direksi perusahaan itu menyusul mundurnya Direktur Utama Fahmi dan Direktur Irwandy baru-baru ini.

Namun diakuinya, pergantian direksi juga tidak mudah. Diperlukan pengganti yang betul-betul paham tata kelola BUMD sekaligus mampu menjalankan model bisnis yang dapat meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).

“BUMD itu sejatinya tulang punggung ekonomi daerah. Tapi kalau terus-terusan rugi seperti ini, bagaimana mau dipertahankan,” kata Rahma.

Baca Juga: Kantor BUMD Tanjungpinang di Basuki Rahmat Dibobol Pencuri

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Penulis: Asrul Rahmawati

Sumber: ANTARA

Pos terkait