Tanjungpinang (gokepri.com) – Revitalisasi Pulau Penyengat membutuhkan anggaran Rp200 miliar. Proyeknya melibatkan Balai Pelestarian Cagar Budaya Nasional.
Gubernur Provinsi Kepri Ansar Ahmad menyatakan program revitalisasi Pulau Penyengat di Kota Tanjungpinang diperkirakan menyedot investasi yang berasal dari APBN sebesar Rp200 miliar.
“Sebagai destinasi wisata sejarah, kita akan menggunakan tagline “Terpikat Pulau Penyengat”. Setelah program revitalisasi selesai, kita akan promosikan ke dunia internasional,” kata Ansar di Tanjungpinang, Rabu (19/5/2021).
Pemprov Kepri bersama Pemkot Tanjungpinang yang akan merevitalisasi Pulau Penyengat menjadi perhatian khusus Pemerintah Pusat, karena pulau itu merupakan salah satu pulau yang masuk dalam cagar budaya nasional.
Dalam melakukan revitalisasi, katanya, perlu melibatkan banyak pihak karena di dalamnya ada situs sejarah yang perlu dijaga keasliannya.
“Beberapa sarana pendukung di Pulau Penyengat akan direvitalisasi tanpa mengubah situs cagar budaya yang ada. Kita sudah bertemu dengan para tokoh masyarakat setempat untuk membahas lebih lanjut tentang revitalisasi tersebut,” ujar Gubernur.
Pemprov Kepri sudah melakukan konsultasi dengan Balai Pelestarian Cagar Budaya Nasional di Batu Sangkar Sumatera Barat, Konsultan Cagar Budaya dan beberapa Tim Cagar Budaya Kepri.
Mereka akan diundang secara khusus ke Penyengat untuk memetakan situs-situs cagar budaya.
“Dengan demikian, program revitalisasi berjalan dengan baik tanpa harus merusak situs cagar budaya yang ada,” jelasnya.
Ansar turut mendorong terbentuknya Anak Muda Milineal Digital di Pulau Penyengat yang membantu mempromosikan Pulau Penyengat melalui jejaring sosial, internet dan dari mulut ke mulut.
Tidak hanya jalan lingkar, Pulau Penyengat nantinya akan dilengkapi dengan standing photo, bunga aneka warna di sisi kiri kanan jalan, lampu hias yang ikonik serta kebun buah mini yang terdiri dari tanaman buah langka.
“Beberapa turis asing yang datang ke Lagoi dan Batam, sebagian juga kita arahkan ke Penyengat,” tutur Ansar.
Sementara itu salah seorang tokoh masyarakat Pulau Penyengat Raja Malik menyambut baik rencana revitalisasi Pulau Penyengat oleh Pemprov Kepri.
Masyarakat mendukung penuh karena tujuannya memang selain menata dan memperbaiki juga melestarikan cagar budaya yang ada di Penyengat.
Dia juga sepakat perlunya tim konsultan dan Balai Pelestarian Cagar Budaya Nasional di Batu Sangkar turun langsung ke Pulau Penyengat.
“Karena kita ingin program revitalisasi ini berjalan dengan baik dan tidak mengganggu situs cagar budaya yang ada di Penyengat,” katanya. (Can/ant)
|Baca Juga: Gubernur Ansar Ingin Menata Ibu Kota Tanjungpinang Semakin Mempesona









