Jakarta (gokepri.com) – Rektor Universitas Pancasila berinisial ETH (72) resmi dinonaktifkan imbas dari dugaan kasus pelecehan seksual yang dilakukannya kepada karyawan kampus tersebut berinisial RZ (42).
Sekretaris Yayasan Pendidikan dan Pembina Universitas Pancasila (YPPUP) Yoga Satrio mengatakan ETH tidak dicopot namun saat ini dinonaktifkan. Penonaktifan ETH ini setelah sebelumnya pada Senin 26 Februari 2024 dilakukan rapat pleno di lingkungan internal.
Yoga mengatakan ETH akan dinonaktifkan sebagai rektor sampai masa jabatannya berakhir.
Baca Juga: Universitas di Prancis Larang Mahasiswa Gunakan ChatGPT
“Sampai berakhirnya masa bakti rektor tanggal 14 Maret 2024,” ujarnya, Selasa 27 Februari 2024.
Sementara itu, di laman Instagram resminya, Universitas Pancasila saat ini sedang melakukan seleksi pemilihan rektor. Pendaftaran di buka hingga 1 Maret 2024.
Sebelumnya pada Senin 26 Februari 2024, Polda Metro Jaya memanggil ETH yang diduga melakukan pelecehan seksual terhadap karyawannya.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi membenarkan terkait pemanggilan tersebut.
“Benar, ditangani Subdit Renakta Ditreskrimum Polda Metro Jaya,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Ade Ary Syam Indradi.
Sementara itu Kabiro Humas Universitas Pancasila Putri Langka mengaku sudah mengetahui laporan tersebut. Ia mengatakan akan menghormati proses hukum yang sedang berjalan, mengingat sedang ditangani pihak berwenang.
“Selain itu kami juga menghormati pihak-pihak yang terlibat lainnya, baik pelapor maupun terlapor. Kami selalu berpegang pada prinsip ‘praduga tak bersalah’ sampai pada putusan hukum ditetapkan,” ujarnya.
Laporan mengenai dugaan pelecehan seksual ini teregistrasi dengan nomor LP/B/193/I/2024/SPKT/POLDA METRO JAYA tertanggal 12 Januari 2024.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: Antara









