KARIMUN (gokepri.com) – Proyek Strategis Nasional (PSN) Kutei North Hub (KNH) Development Project dengan nilai miliaran dolar di PT Saipem Karimun Yard yang digadang-gadang bakal menyerap sekitar 8.000 tenaga kerja ternyata tidak berdampak terhadap masyarakat Desa Pangke, Kecamatan Meral.
Warga Desa Pangke yang merupakan tenaga kerja potensial dan bahkan memiliki skill kerja mumpuni ternyata tak mendapat tempat bagi perusahaan offshore asal Italia tersebut. Mereka marah dan kesal karena merasa tak dianggap oleh perusahaan yang berdiri di kampung halaman mereka.
Untuk meluapkan kekecewaannya, puluhan warga mendatangi kantor Desa Pangke. Kedatangan mereka disambut Kades Pangke, Junaidi di Gedung Serbaguna Kantor Desa Pangke, Senin, 24 Agustus 2026.
Dalam pertemuan itu, warga mempertanyakan komitmen kepala desa dalam memperjuangkan hak-hak warga tempatan untuk diterima bekerja di perusahaan asing yang berada di Karimun tersebut.
“Kami ini mau bertanya, apakah Pak Kades bisa memberikan jaminan kepada PT Saipem untuk menerima kami bekerja di sana,” ujar Kanai, salah seorang warga dalam pertemuan itu.
Menjawab pertanyaan itu, Kades Pangke Junaidi menjawab kalau dia bisa menjamin. Namun, dia berdalih meski menjamin apakah pihak perusahaan bisa menerima jaminan itu.
Junaidi juga menyebut, saat ini pemerintahan Desa Pangke tidak hanya fokus dalam penyaluran tenaga kerja ke PT Saipem, tapi masih banyak program lain termasuk ‘Satu Rumah Satu Sarjana’ dan juga penyaluran dana CSR perusahaan kepada masyarakat.
“Kalau untuk penyaluran tenaga kerja, itu dikelola oleh Karang Taruna saja,” katanya.
Jawaban Kades mendapat penolakan dari warga, sebab selama ini yang mereka tahu PT Saipem tidak mau berurusan dengan Karang Taruna Desa Pangke.
“Setahu kami PT Saipem tak mau berurusan sama Karang Taruna, Pak. Mereka maunya cuma sama kepala desa,” celetuk warga.
Ada juga yang menyarankan, permintaan warga Pangke untuk diterima di PT Saipem tidak cukup hanya dengan mediasi saja, melainkan harus dengan melakukan aksi yang agak ektrem namun tetap tidak bertentangan dengan hukum.
“Kalau warga mau buat aksi, saya tetap akan mendukung,” ungkap Junaidi.
Warga lainnya menyebut, saat ini PT Saipem tengah mendapatkan Proyek Strategis Nasional (PSN) Kutei North Hub (KNH) Development Project yang bernilai miliaran dolar dan bakal menyerap 8.000 tenaga kerja. Namun, dari jumlah sebanyak itu tidak ada yang menyentuh warga Desa Pangke.
Hingga berakhirnya pertemuan itu belum diketahui apa saja keputusan yang diambil warga Desa Pangke terkait permintaan tenaga kerja di PT Saipem.
Sebelumnya diketahui, Bupati Karimun Iskandarsyah menghadiri peresmian Pemotongan Baja Perdana (First Steel Cut) dan Peletakan Lunas (Keel Laying) lambung kapal untuk modul Topside FPSO Bahtera Haluan Lestari di fasilitas PT Saipem Karimun Yard, Kamis 23 Juli 2026. PesanWisata Pantai
Momen bersejarah ini merupakan bagian dari eksekusi Proyek Strategis Nasional (PSN) Kutei North Hub (KNH) Development Project yang bernilai miliaran dolar.
Bupati Iskandarsyah mengatakan, masuknya mega proyek ini adalah sebuah momentum emas. Fokus utama Pemerintah Kabupaten Karimun saat ini adalah memastikan skala investasi raksasa tersebut berbanding lurus dengan kesejahteraan masyarakat, khususnya melalui serapan tenaga kerja lokal secara masif.
“Hari ini adalah sebuah kebanggaan bagi kita, ada tambahan proyek luar biasa besar. Kebutuhan tenaga kerjanya mencapai lebih kurang 8.000 orang. Ini adalah the big opportunity, kesempatan besar bagi Karimun untuk maju dan berkembang. Pekerjaan ini harus menjadi peluang nyata bagi anak-anak dan abang-abang kita di sini,” ujar Iskandarsyah.
Penulis: Ilfitra









