PWI Pusat Kick Off UKW di Aceh Disponsori BUMN

Peserta UKW PWI Aceh Angkatan XVII sedang mengerjakan soal yang diberikan penguji pada hari pertama UKW di Hotel Hermes Palace Banda Aceh. Foto: Istimewa/PWI Aceh

Banda Aceh (gokepri.com) – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat melakukan kick off Uji Kompetensi Wartawan (UKW) di Aceh dengan disponsori BUMN yaitu Forum Humas BUMN (FHBUMN), Bank Syariah Indonesia (BSI), dan PTPN.

Kick off UKW PWI berlangsung serentak di tiga provinsi, yaitu Aceh, NTT, dan Sulut. Di Aceh, UKW yang dilaksanakan PWI Pusat tersebut berlangsung di Hotel Hermes Palace Banda Aceh selama dua hari, 28-29 Desember 2023. Acara dibuka oleh Sekjen PWI Pusat, Sayid Iskandarsyah.

UKW Angkatan XVII PWI Aceh diikuti 24 wartawan Muda anggota PWI Aceh. PWI Pusat melalui Direktur UKW Firdaus Komar menugaskan empat penguji nasional untuk melaksanakan UKW di Aceh, yaitu Anas Sahirul Alim, T. Haris Fadhillah (penguji nasional dari PWI Aceh), Erwin Kustiman, dan Setiawan Hendra Kelana.

Baca Juga: Ketua PWI Pusat Hendry Ch Bangun Canangkan PWI Merah Putih

Ketua PWI Aceh, Nasir Nurdin melaporkan, jumlah anggota PWI Aceh hingga akhir Desember 2023 sebanyak 467 orang.

Dari jumlah itu yang sudah kompeten sebanyak 343 orang terdiri kompeten Utama 46 orang, kompeten Madya 78 orang, dan kompeten Muda 219 orang.

Hingga saat ini masih tersisa 124 orang yang belum mengikuti UKW termasuk Anggota Biasa pemegang KTA seumur hidup yang tidak lagi mengikuti UKW, Anggota Muda yang tidak memperpanjang KTA dan ada juga yang sudah pernah mengikuti UKW tapi belum kompeten.

“Sebagai tindak lanjut surat PWI Pusat Nomor: 090/PWI-P/LXXVII/2023 Tanggal 14 November 2023 tentang Permohonan Mandata Anggota PWI yang berstatus ASN/PNS, PWI Aceh telah menarik 24 KTA PWI dari anggota yang merangkap sebagai ASN/PNS di Aceh,” ujarnya, Kamis 28 Desember 2023.

KTA yang sudah ditarik terdiri 17 KTA Anggota Biasa dan 6 KTA Anggota Muda. Dengan gugurnya anggota PWI Aceh yang berstatus ASN/PNS, maka jumlah anggota PWI Aceh sekarang telah berkurang dari 467 menjadi 443 orang.

Begitu juga dengan Surat Edaran Pelaksanaan Konferensi, PWI Aceh sudah melaksanakan sesuai PD/PRT PWI Tahun 2023 hasil Kongres Bandung.

Aturan baru tersebut untuk pertama diterapkan pada pelaksanaan Konferensi II PWI Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) pada 14 Desember 2023 di Blang Pidie.

“Kami juga terus mensosialisasikan menyangkut calon Ketua PWI Kabupaten/Kota harus bersertifikat kompetensi Madya. Karena di beberapa kabupaten/kota di Aceh belum ada anggota PWI yang kompetensi Madya,” ujarnya.

Sekjen PWI Pusat, Sayid Iskandarsyah ketika membuka UKW Angkatan XVII PWI berharap peserta UKW Angkatan XVII di Aceh sebanyak 24 orang yang semuanya mengikuti UKW jenjang Muda bisa lulus semua sehingga menambah jumlah wartawan kompeten di Aceh dan Indonesia.

Pada pelaksanaan UKW yang bekerjasama dengan BUMN yang berlangsung hingga Juli 2024 juga diperlombakan karya tulis yang akan menetapkan 10 pemenang dan 15 pemenang hiburan dengan total hadiah Rp50 juta.

“Konsep kerja PWI periode ini adalah Pusat memberi untuk Daerah, bukan sebaliknya membebani Daerah,” kata Sayid.

Ia menegaskan, dalam penegakan aturan pihaknya tidak main-main karena yang dilaksanakan adalah amanah Kongres.

“Kami mengapresiasi PWI Aceh yang telah menindaklanjuti berbagai keputusan Kongres maupun Keputusan Dewan Kehormatan, seperti penarikan KTA anggota PWI yang merangkap ASN/PNS,” kata Sayid Iskandarsyah.

Ia mengatakan PWI Pusat juga sudah memberhentikan Ketua PWI Sumbar yang terbukti masih berstatus PNS. PWI Pusat juga akan menggulirkan Sekolah Jurnalisme Indonesia (SJI) kembali di tahun 2024.

“Saya minta Aceh segera siapkan berbagai keperluan untuk itu, termasuk struktur SJI PWI Aceh,” kata Sekjen PWI Pusat.

Penjabat Gubernur Aceh diwakili Asisten III, Iskandar yang hadir dalam pembukaan UKW tersebut mengatakan pers adalah mitra yang diharapkan dapat memberikan berbagai informasi program pembangunan maupun memberikan pemahaman kepada masyarakat atas setiap kebijakan publik pemerintah.

Pemerintah Aceh akan selalu memberikan dukungan kepada wartawan, media, Dewan Pers serta organisasi profesi seperti PWI agar dapat menjalankan fungsinya dengan baik.

“Kami berharap kepada media, organisasi pers, dan wartawan di Aceh untuk terus meningkatkan kapasitas dan mampu menyesuaikan diri dengan kemajuan teknologi,” ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

***

Pos terkait