Batam (gokepri.com) – Ketua DPRD Kota Batam Nuryanto, menanggapi wacana Pulau Galang sebagai opsi tempat pengungsian warga Rohingya oleh Wakil Presiden Ma’aruf Amin.
Meskipun belum dibahas dalam Rapat Koordinasi Pimpinan Daerah Kota Batam, Nuryanto menegaskan perlunya menghormati usulan tersebut dan menunggu petunjuk resmi serta instruksi lebih lanjut dari pemerintah.
“Hari ini tadi tidak terbahas resmi dan tidaknya itu kan kita belum tahu, nanti kita tunggu informasinya petunjuknya biasanya itu kan ada instruksi-instruksi,” kata Nuryanto usai Rapat Forkopimpda Kota Batam, pada Senin, 11 Desember 2023.
Baca Juga: Galang dan Pengungsi Rohingya, Amsakar: Batam Punya Pengalaman
Nuryanto mengatakan belum dapat berkomentar terkait wacana tersebut. Kini pihaknya akan menunggu instruksi pemerintah pusat dan perkembangan persoalan pengungsi Rohingya yang masuk ke Indonesia.
“Kalau ini kan baru wacana statement dari bapak wapres harus kita hormati dan kami tidak berkomentar itu kan lebih baik kan nanti ada instruksi seperti apa di daerah,” kata Nuryanto.
Sebelumnya, Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad mengatakan bahwa ide Wakil Presiden Ma’aruf Amin itu masih menjadi opsi sementara.
Amasakar yakin negara memiliki kebijakan untuk memutuskan bahwa Batam bisa menjadi opsi penampungan.
Menurutnya Batam memiliki sejarah dan pengalaman dalam mengemban tugas-tugas kemanusiaan, seperti Camp Vietnam dan RSKI untuk penanganan Covid-19.
“Sekali lagi saya meyakini karena batam berpengalaman beberapa hal dan kelihatannya semuanya ending-nya baik baik saja mudah-mudahan kalau kebijakan ini juga direalisasikan di Kota Batam saya yakin hal yang sama sebelumnya juga akan dapat kita wujudkan saya yakin tidak akan ada gesekan-gesekan,” kata Amsakar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Penulis: Muhammad Ravi









