Batam (gokepri.com) – Ekonomi Kota Batam dipoyeksi pulih pada 2021 didorong kehadiran vaksin covid-19. Bank Indonesia mematok proyeksi pertumbuhan ekonomi kota ini mencapai kisaran 4,4 persen hingga 5,4 persen.
“Perkembangan positif dalam penemuan vaksin COVID-19 juga dinilai mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah setempat,” ujar Kepala Bank Indonesia Kepri, Musni Hardi K Atmaja, Rabu (23/12/2020).
BI optimistis proses perbaikan perekonomian Batam dan Kepri akan berlanjut pada 2021, seiring membaiknya perekonomian global dan domestik yang terjadi pada triwulan III 2020.
BI juga memperkirakan pertumbuhan ekonomi Provinsi Kepulauan Riau meningkat mencapai 3,9 persen hingga 4,9 persen pada 2021. Ekonomi provinsi ini hanya tumbuh 1,9 persen berdasarkan proyeksi BI hingga akhir 2020.
“Sejalan perbaikan di tingkat global dan domestik, ekonomi Kepri mengalami pemulihan dan telah melewati titik terendahnya,” katanya.
Ia mengatakan ekonomi Kepri berpotensi tumbuh tinggi dan inklusif dengan mengoptimalkan keunggulan komparatif.
Dalam kesempatan itu, ia menjabarkan SWOT Kepri.
Kekuatan (strengths) yang dimiliki Kepri yaitu memiliki wilayah Kawasan Perdagangan Bebas Pelabuhan Bebas yang menjadi daya tarik penanam modal, serta memiliki akses pada pasar global yang lebih luas karena berada di jalur perdagangan dunia.
Lalu kelemahan (weaknesses) Kepri yaitu kapasitas produksi pangan lokal yang masih terbatas, “interlinkage” antar sektor dan wilayah yang masih rendah, serta nilai tambah yang diperoleh daerah juga masih rendah.
Meski begitu, BI menilai Kepri memiliki peluang (opportunities) di bidang maritim yang besar mengingat 96 persen wilayah Kepri adalah lautan.
Kemudian, Kepri juga memiliki peluang sebagai daerah tujuan wisatawan dan memiliki kualitas SDM yang baik, merujuk pada IPM Kepri tertinggi ke-4 secara nasional.
Lalu ancaman (threats) bagi Kepri yang perlu diwaspadai adalah importasi bahan baku pada sektor industri yang tinggi, ketergantungan pasokan pangan pada daerah lain dan Kepri menjadi sasaran impor barang konsumsi dari negara lain.
(Can/ant)
|Baca Juga: Ekonomi Indonesia Kontraksi 2020, Rebound 2021









