Tanjungpinang (gokepri.com) – Sebanyak 3 paket proyek pembangunan milik Pemerintah Provinsi Kepri pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2020 gagal diselesaikan tahun 2020. Ketiga paket proyek itu adalah Pembangunan Jembatan Marok Tua, Kecamatan Singkep Pesisir, Kabupaten Lingga. Proyek yang dikerjakan oleh PT Bintanika Jaya ini dianggarkan Rp13,6 miliar.
Kemudian, Penataan Kawasan Pulau Penyengat, Kecamatan Tanjungpinang Kota, Kota Tanjungpinang. Proyek ini dikerjakan CV Setia Buana dengan anggaran Rp1,3 miliar. Terakhir, Pembangunan Dermaga Kasu Barat Tahap III di Kota Batam oleh CV Jasa Mandiri dengan anggaran Rp2,025 miliar.
Gubernur Kepri Isdianto mengatakan, ketiga proyek tersebut tidak selesai tepat waktu akibat cuaca. Sehingga, menghambat pengerjaan proyek pembangunan.
“Kita maklumi, memang cuaca sekarang kan sering berubah-ubah. Kalau cuaca mendukung, pasti tepat waktu siapnya,” ujar Isdianto di Gedung Daerah Kota Tanjungpinang, Jumat, (8/1/2021).
Saat ini, jelas Isdianto, Pemerintah Provinsi Kepri telah memberikan tambahan waktu agar kontraktor dapat menyelesaikan proyek pembangunan di tiga daerah. “Sudah kita berikan tambahan waktu. Kita minta segera diselesaikan. Kalau tidak, kasihan masyarakat kita karena itu pembangunannya sangat penting,” kata mantan Kepala Dinas Pendapatan Kepri itu.
Meski telah memberikan tambahan waktu, Isdianto menegaskan akan tetap memberikan sanksi denda kepada kontraktor yang mengerjakan proyek tersebut. “Sesuai aturan yang ada, kalau mengerjakan proyek tidak selesai tepat waktu. Pasti ada sanksinya. Pasti mereka kita kenakan sanksi, meskipun cuaca menjadi alasan lambatnya pengerjaan proyek itu,” kata Isdianto.
Isdianto menyebutkan, keterlambatan proyek ini menjadi pelajaran bagi Organisasi Perangkat Daerah. Pasalnya, dengan lambatnya siap proyek infrastruktur ini tentu membuat masyarakat kecewa.
“Tentu kalau Proyek lambat siap pasti masyarakat kecewa. Ini cobalah diresapi betul betul oleh kepala OPD. Seharusnya ini tamparan keras bagi mereka. Saya ingatkan, agar pembangunan infrastruktur ini jangan main-main demi kepentingan masyarakat,” pungkas Isdianto. (eri)








