Program Satu Telur Sehari, Alfamart Perluas Jangkauan ke 39 Kota pada 2026

(internet)

BATAM (gokepri.com) – Di tengah upaya nasional menekan prevalensi stunting, Alfamart terus mengambil peran melalui program berkelanjutan “Satu Telur Sehari”. Program yang telah berjalan sejak 2022 ini konsisten memperluas jangkauan penerima manfaat sebagai bentuk kontribusi nyata perusahaan dalam mendukung pemenuhan gizi anak-anak Indonesia.

Memasuki tahun keempat pelaksanaannya pada 2026, program tersebut diperluas ke 39 kota dengan target distribusi lebih dari 510.000 butir telur bagi lebih dari 2.700 anak yang terindikasi stunting. Secara periodik, telur didistribusikan selama tiga hingga enam bulan melalui kader posyandu dan dinas kesehatan setempat yang turut melakukan pemantauan tumbuh kembang anak penerima manfaat.

Kota Batam menjadi salah satu wilayah yang digandeng Alfamart dalam pelaksanaan program tersebut pada tahun 2026. Bertempat di Puskesmas Kampung Jabi, tercatat sebanyak 100 anak yang menjadi penerima manfaat.

HBRL

Menurut Ahli Gizi dari Puskesmas Kampung Jabi anak-anak yang terindikasi stunting tidak hanya mendapatkan tambahan asupan protein berupa satu telur setiap hari, tetapi juga pendampingan mengenai pola asuh dan pola makan seimbang bagi orang tua.

“Program sederhana ini memberikan dampak yang sangat membantu terhadap pertumbuhan anak-anak yang terindikasi stunting. Manfaatnya dapat dirasakan langsung, terutama dalam mendukung pemenuhan gizi harian anak,” ujar Eva

Ia menjelaskan, telur dipilih karena menjadi salah satu sumber protein hewani yang mudah diperoleh, terjangkau, serta praktis diolah sebagai menu harian anak. Selain distribusi telur, program ini juga dibarengi dengan edukasi gizi dan pemeriksaan berkala yang dilakukan bersama kader posyandu.

Intervensi Berkelanjutan Satu Telur Sehari Alfamart

Seiring berjalannya waktu, cakupan program “Satu Telur Sehari” terus mengalami peningkatan, baik dari sisi wilayah maupun jumlah penerima manfaat. Pada 2026, program ini menargetkan distribusi lebih dari 510.000 butir telur untuk lebih dari 2.700 anak di 39 kota.

Sebelumnya, pada 2025, Alfamart mendistribusikan lebih dari 189.000 butir telur kepada 1.000 anak terindikasi stunting di 25 kota, dengan rata-rata 72 persen anak penerima manfaat menunjukkan perkembangan tumbuh kembang yang positif. Sementara pada 2024, sebanyak 103.000 lebih butir telur disalurkan kepada 591 anak di 12 kota. Adapun pada awal pelaksanaan program tahun 2022, lebih dari 177.000 butir telur telah didistribusikan kepada 1.000 anak di 10 kota.

General Manager Corporate Communications Alfamart, Rani Wijaya mengatakan, program “Satu Telur Sehari” difokuskan kepada anak-anak yang terindikasi mengalami perlambatan pertumbuhan dan penurunan status gizi. Penentuan penerima manfaat dilakukan berdasarkan pendataan bersama dinas kesehatan setempat agar program berjalan tepat sasaran.

“Program Satu Telur Sehari bukan sekadar membagikan telur, tetapi menjadi salah satu bentuk intervensi sederhana yang dinilai efektif dan efisien dalam membantu penanganan stunting di berbagai daerah. Selama empat tahun berjalan, respons positif dan perkembangan anak penerima manfaat menjadi semangat bagi Alfamart untuk terus menghadirkan kontribusi sosial yang berkelanjutan,” ujar Rani.

Menurut Rani, program tersebut juga tidak berhenti pada pemberian bantuan pangan, melainkan disertai pemantauan berkala terhadap perkembangan anak melalui pencatatan yang dilakukan bersama dinas kesehatan dan kader posyandu.

“Semangatnya adalah bagaimana Alfamart dapat turut berkontribusi membantu menekan angka stunting, sehingga anak-anak Indonesia dapat tumbuh sehat dan berkembang menjadi generasi unggul di masa depan,” lanjutnya.

Sebagai informasi, program “Satu Telur Sehari” tahun 2026 resmi dimulai sejak Mei. Selama periode Mei hingga Oktober 2026, distribusi telur dilakukan setiap periodik kepada lebih dari 2.700 anak penerima manfaat di 39 kota.

Selain distribusi protein hewani, program ini juga dibarengi dengan pencatatan tumbuh kembang anak, pendampingan, serta edukasi gizi bagi orang tua. Melalui kolaborasi bersama dinas kesehatan dan kader posyandu, edukasi tersebut diharapkan dapat membantu keluarga memahami pentingnya pola makan bergizi sederhana untuk mendukung pertumbuhan anak secara berkelanjutan. (r)

Pos terkait