BATAM (gokepri) – Dinas Pendidikan Kota Batam memperluas sasaran program makan bergizi gratis (MBG) menjadi 13 sekolah, dari sebelumnya hanya empat sekolah.
Kepala Dinas Pendidikan Batam, Tri Wahyu Rubianto, mengatakan saat ini sebanyak 9.758 siswa TK, SD, dan SMP telah menerima manfaat MBG. “Pelaksanaan MBG sekarang sudah tiga dapur yang menjangkau 13 sekolah dengan sasaran 9.758 siswa, ada di Kecamatan Bengkong, Sei Beduk, dan Batam Kota. Ke depan, akan ada beberapa mitra yang sedang diasesmen oleh BGN,” ujar Tri, Rabu (26/2/2025).
Pihaknya terus berkoordinasi dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan instansi terkait lainnya untuk memastikan kualitas MBG. “Kami berinisiatif mengorganisir pemangku kebijakan, mulai dari BPOM, SPPG, Dinkes, Polresta, Kodim. Ini semua kita organisir, dengan melakukan evaluasi setiap dua minggu sekali,” kata dia.
Tri menjelaskan tiga dapur MBG yang beroperasi saat ini merupakan dapur milik mitra BGN, yaitu Yayasan Siap (Kecamatan Bengkong), Yayasan Darul Solihin (Kecamatan Batam Kota), dan Yayasan Yon Kenedia (Kecamatan Sei Beduk).
“Semua itu dapur mitra BGN. Bahkan untuk dapur BGN sendiri kita belum tahu kapan beroperasinya. Mungkin dalam waktu dekat. Sementara yang dari Pemkot, saat ini kita sedang menunggu juknis dari BGN, karena juknisnya untuk pengadaan dapur sedang dimutakhirkan oleh mereka berdasarkan evaluasi yang sudah berjalan saat ini,” kata Tri.
Ramadhan, Makan Bergizi Gratis di Batam Tetap Berjalan
Dinas Pendidikan Kota Batam menyampaikan penyaluran makan bergizi gratis (MBG) saat bulan Ramadhan tetap berjalan. Berdasarkan hasil pertemuan dengan SPPG, MBG akan diberikan dalam bentuk makanan kering agar tahan lama hingga waktu berbuka puasa.
“MBG di bulan puasa, hasil koordinasi dengan kepala SPPG itu akan tetap berjalan dengan menyediakan makanan dalam bentuk makanan kering yang bisa dibawa pulang anak untuk berbuka di rumah,” kata Tri.
Ia menambahkan, pihaknya masih menunggu juknis dari BGN terkait mekanisme pelaksanaan MBG saat Ramadhan. “Saya masih menunggu informasi lanjutan hari Kamis besok. Karena keputusan dari BGN pusat. Kepala SPPG di sini menjalankan saja,” ujar dia.
Tri mengaku belum mengetahui jenis makanan kering yang akan dibagikan kepada siswa saat puasa nanti. Namun, ia memastikan makanan tersebut bisa dibawa pulang ke rumah, sehingga dapat dimakan saat berbuka puasa.
“Mungkin nanti para guru yang akan edukasi ke anak-anak bahwa makanan ini akan dinikmati saat waktu buka puasa. Sehingga tidak dimakan secara diam-diam di jalan. Bagi yang nonmuslim, silakan makan di rumah, disarankan jangan makan di depan teman-temannya yang sedang berpuasa,” kata Tri. ANTARA
Baca Juga: SPPG Batam Pakai Gas Bumi PGN, Masak 6.400 Porsi Makanan Bergizi Gratis per Hari
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News









