Presiden Jokowi Suntik Vaksin Pertama, Kapan Jadwal Wapres Ma’ruf Amin?

Booster syarat mudik lebaran
Wakil Presiden RI Ma'ruf Amin. (Foto: Biro Humas Kepresidenan)

Batam (gokepri.com) – Presiden Joko Widodo akan menjadi orang pertama di Indonesia yang akan diimunisasi vaksin Covid-19. Sementara Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin masih menunggu vaksin teruji aman untuk lansia.

Wapres Ma’ruf yang berusia 77 tahun dilarang mendapat vaksin Sinovac sehingga dipastikan tidak akan menerima vaksin pada tahap pertama.

Vaksin COVID-19 yang telah tersedia di Indonesia saat ini adalah buatan Sinovac dan sedang dilakukan uji klinis untuk mendapatkan izin penggunaan darurat atau emergency use authorization (UEA) oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sekaligus fatwa halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Berdasarkan rekomendasi dari Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI), penerima vaksin COVID-19 harus berada di rentang usia 18 hingga 59 tahun. Rentang usia itu sama dengan uji klinis dari Sinovac.

Wakil presiden, yang berusia 77 tahun, dilarang menerima vaksin dari perusahaan farmasi China, Sinovac. Indonesia saat ini tidak memiliki data tentang kemanjuran vaksin pada lansia, dengan uji klinis hanya melibatkan peserta berusia antara 18 dan 59 tahun.

Selain itu, penerima vaksin tidak boleh menderita penyakit komorbit, antara lain autoimun sistemik, infeksi akut, gangguan ginjal kronis, hipertensi, gangguan jantung koroner, hipotiroid, dan kanker.

“Pak Wakil presiden berusia di atas 60 tahun, jadi beliau tidak mungkin divaksinasi menggunakan vaksin yang ada sekarang, yaitu vaksin Sinovac,” kata juru bicara wakil presiden Masduki awal pekan ini.

“Mungkin pada tahap berikutnya, ketika vaksin yang sesuai dengan kondisi wakil presiden.”

Presiden Jokowi, 59, akan menerima vaksin pada Rabu, 13 Januari dalam acara siaran langsung televisi. Sampai saat ini, hanya vaksin Sinovac yang sudah dikirim ke Indonesia.

Indonesia telah mendapatkan 125 juta dosis vaksin Sinovac, dengan 3 juta dosis telah tiba dalam beberapa pekan terakhir yang dikirimkan dalam dua tahap, yakni 1,2 juta dosis pada tanggal 6 Desember 2020 dan 1,8 juta dosis pada tanggal 31 Desember 2020.

Hingga saat ini, vaksin Sinovac tersebut telah didistribusikan dan tiba di Banten (14.560 dosis), Jawa Tengah (62.560 dosis), Jambi (20.000 dosis), Sumatera Barat (36.920 dosis), Sumatera Selatan (30.000 dosis), Bengkulu (20.280 dosis), Kalimantan Utara (10.680 dosis), Sulawesi Barat (5.960 dosis), dan Papua (14.680 dosis).

Data dari uji coba vaksin di Indonesia belum tersedia, namun regulator negara tersebut dapat mengeluarkan Emergency Use Authorization (EUA) berdasarkan hasil uji klinis dari tempat lain, yaitu Brazil dan Turki.

Vaksin Sinovac saat ini didistribusikan di 34 provinsi di Indonesia, dengan prioritas tenaga kesehatan, pejabat publik, dan pemimpin agama divaksin pertama dengan Presiden Jokowi menjadi orang pertama yang mendapatkan suntikan setelah dikeluarkannya EUA.

Perlu dicatat bahwa tujuh hari sebelum tanggal vaksinasi yang dijadwalkan Jokowi, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Indonesia belum mengeluarkan EUA untuk vaksin COVID-19.

Pemerintah juga telah mendapatkan 130 juta dosis vaksin dari perusahaan farmasi AS Novavax dan sedang menyelesaikan kesepakatan pengadaan vaksin dari perusahaan farmasi AS-Jerman Pfizer dan AstraZeneca Inggris Raya.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin sebelumnya mengatakan bahwa setidaknya 181 juta orang dari total 269 juta penduduk Indonesia harus divaksinasi untuk memicu kekebalan terhadap COVID-19. Dengan asumsi dua kali vaksin dan vaksin terbuang 15 persen, Indonesia perlu mengamankan 426 juta dosis vaksin COVID-19.

Tidak seperti perintis vaksin COVID-19 seperti AS dan Inggris, Indonesia berencana untuk memulai inokulasi massal terhadap COVID-19 dengan memprioritaskan usia kerja dewasa (18-59) daripada lansia yang lebih rentan, dengan mempertimbangkan pemulihan ekonomi yang lebih cepat.

Menteri Kesehatan mengatakan akan memakan waktu sekitar 15 bulan, mulai bulan ini, bagi pemerintah untuk mencapai tujuan vaksinasi.

(Can)

|Baca Juga: Presiden Jokowi Disuntik Vaksin Pertama pada 13 Januari

Pos terkait