KARIMUN (gokepri.com) – Ponton pelabuhan Desa Sebele, Kecamatan Belat yang menjadi akses masuk bagi masyarakat Sebele tiba-tiba ambruk pada Kamis, 20 Februari 2025.
Belum diketahui penyebab pasti ambruknya ponton pelabuhan itu. Hanya saja, berdasarkan sumber dari kontraktor yang berkecimpung dalam pembangunan dermaga maupun proyek strategis di Karimun menyebut ambruknya ponton itu karena sudah lapuk dimakan usia.
“Atap ponton itu kan sudah bocor dan ada sebagian yang sudah lepas, sehingga tiang penyangga ponton ada berkarat dan menyebabkan ponton jadi ambruk,” ungkapnya.
Kata dia, ponton pelabuhan Desa Sebele tersebut diduga sudah berusia hampir 15 tahun. Jadi wajar saja lapuk dan tiba-tiba ambruk.
Kepala Bidang Kepelabuhanan dan Bandara Dinas Perhubungan Karimun, Hidajatullah ketika dikonfirmasi membenarkan ambruknya ponton Desa Sebele tersebut.
“Iya benar. Mau diperbaiki anggaran dana darurat tahun kemaren sudah tak ada lagi,” ujar Hidajatullah.
Hidajatullah menyebut, untuk perbaikan ponton pelabuhan itu, harus menunggu APBD-Perubahan 2025.
“Kita harus menunggu (anggaran) perubahan dulu, baru kita masukan anggaran untuk perbaikan,” ungkapnya.
Menurut dia, anggaran untuk APBD Karimun TA 2025 sudah tak bisa lagi karena sudah ketok palu.
“Kalau sekarang tak bisalah, dah ketok palu APBD murni,” pungkasnya.
Penulis: Ilfitra








