Polri Kawal Pembentukan Koperasi Desa di Lingga, Wujudkan Kemandirian Ekonomi

Koperasi merah putih di lingga
Bhabinkamtibmas Desa Resang Bripda Mitro Faisal Pasaribu (tengah) mengawal jalannya musyawarah pembentukan Koperasi Merah Putih di Gedung Kelembagaan Desa Resang, Singkep Selatan, Lingga, Senin (19/5). Kehadiran Polri ini merupakan wujud peran aktif sebagai mitra strategis dalam pembangunan kemandirian ekonomi dari akar rumput. GOKEPRI/Jamariken Tambunan

LINGGA (gokepri) – Jajaran kepolisian terus menunjukkan peran aktif sebagai mitra strategis dalam pembangunan desa, salah satunya melalui pengawalan pembentukan Koperasi Merah Putih di Desa Resang, Kecamatan Singkep Selatan, Kabupaten Lingga, Senin (19/5). Langkah ini sejalan dengan semangat membangun kemandirian ekonomi dari akar rumput.

Bhabinkamtibmas Desa Resang, Bripda Mitro Faisal Pasaribu, hadir langsung mengawal musyawarah pembentukan koperasi yang berlangsung di Gedung Kelembagaan Desa Resang.

Kapolres Lingga AKBP Pahala Martua Nababan, melalui Kapolsek Dabo Singkep AKP Zainur, menegaskan bahwa kehadiran kepolisian dalam forum-forum desa bukan sekadar bentuk pengamanan, melainkan bagian dari fungsi pembinaan dan pengawasan sosial yang humanis.

HBRL

“Keterlibatan kami adalah wujud nyata pendekatan humanis Polri. Koperasi bukan hanya instrumen ekonomi, tetapi juga perekat sosial,” ujar AKP Zainur. Ia berharap masyarakat menjadikan koperasi sebagai wadah tumbuh bersama, saling membantu, dan pilar kemandirian desa.

Musyawarah ini menjadi langkah awal pendirian koperasi berbasis desa yang diharapkan mampu menjadi penggerak ekonomi lokal, khususnya dalam pemberdayaan kelompok tani dan masyarakat pesisir. Koperasi Merah Putih dirancang sebagai entitas ekonomi kolektif yang inklusif dan adaptif terhadap kebutuhan masyarakat.

Langkah tersebut sejalan dengan Instruksi Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang menekankan pentingnya revitalisasi ekonomi desa melalui sinergi lintas sektor, termasuk peran aktif TNI dan Polri sebagai pengawal stabilitas dan mitra pembangunan.

“Kita tidak bisa membangun negara dari atas ke bawah. Kesejahteraan bangsa dimulai dari desa, dari sawah, dari nelayan, dari masyarakat kecil yang harus kita lindungi dan bimbing,” tegas AKP Zainur.

Sinergi antara kepolisian, pemerintah desa, dan masyarakat ini diharapkan menjadi model kolaborasi efektif untuk menciptakan ekosistem ekonomi desa yang kuat, berdaya saing, dan berkelanjutan. Dengan semangat gotong royong dan kepemimpinan yang berpihak pada rakyat, diharapkan Indonesia dapat melangkah menuju masa depan yang lebih adil dan sejahtera dimulai dari desa.

Baca Juga: Wali Kota Amsakar Dukung Koperasi Desa Merah Putih, Siapkan Pinjaman Tanpa Bunga

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Penulis: Jamariken Tambunan
Editor: Candra Gunawan

Pos terkait