Lingga (gokepri.com) – Polres Lingga menggelar konferensi pers akhir tahun untuk memaparkan capaian kinerja sepanjang 2024, Jumat (27/12/2024).
Dalam kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat Utama (Rupatama) Polres Lingga ini, Kapolres Lingga AKBP Apri Fajar Hermanto, didampingi pejabat utama (PJU) Polres Lingga, membeberkan sederet keberhasilan dalam menangani berbagai kasus, termasuk tindak pidana dan kecelakaan lalu lintas (Laka Lantas).
AKBP Apri mengapresiasi sinergi yang terjalin dengan awak media dalam mempublikasikan berbagai kegiatan Polres Lingga sepanjang tahun. Ia berharap kerja sama ini terus terjaga guna menciptakan situasi yang aman dan kondusif di Kabupaten Lingga.
Baca Juga: Jumat Berkah, Polres Lingga Bagikan Sembako di Singkep Barat
“Tujuan utama rilis ini adalah untuk merefleksi apa yang telah kami lakukan sepanjang 2024, sekaligus menjadi bahan evaluasi guna meningkatkan keamanan dan kesejahteraan masyarakat di tahun mendatang,” ujarnya.
Dalam paparannya, AKBP Apri menjelaskan bahwa jumlah tindak pidana di Kabupaten Lingga menurun signifikan dari 58 kasus pada 2023 menjadi 38 kasus di 2024, atau turun 20 kasus. Namun, tingkat penyelesaian kasus mengalami sedikit penurunan sebesar 2%.
Sementara itu, kasus narkoba justru mengalami kenaikan, dari 6 kasus pada 2023 menjadi 7 kasus pada 2024.
“Kami akan terus memperketat pengawasan dan bekerja sama dengan berbagai pihak untuk menekan angka kriminalitas, termasuk kasus narkoba,” tambahnya.
Meski tindak pidana menurun, angka kecelakaan lalu lintas justru meningkat 35% dibanding tahun sebelumnya. Sepanjang 2024, Polres Lingga mencatat 23 kasus Laka Lantas, dengan rincian 2 korban meninggal dunia, 24 luka berat, dan 10 luka ringan.
Kapolres menyoroti faktor utama penyebab kecelakaan, seperti minimnya rambu lalu lintas, kurangnya penerangan jalan, kelalaian pengendara, serta kondisi kendaraan yang tidak laik jalan.
“Kami akan berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan Kabupaten Lingga dan instansi terkait untuk mengatasi permasalahan ini,” jelasnya.
Tak hanya fokus pada keamanan, Polres Lingga juga berperan aktif dalam melestarikan budaya Melayu, sesuai dengan motonya, “Penjaga Bunda Tanah Melayu”.
Sepanjang 2024, Polres Lingga terlibat dalam kegiatan gotong royong membersihkan situs sejarah, pelatihan tradisi tepung tawar, hingga pembagian sembako kepada masyarakat kurang mampu, disabilitas, dan lansia.
“Kami ingin memastikan budaya Melayu tetap terjaga sebagai identitas Kabupaten Lingga, sekaligus berkontribusi pada kesejahteraan masyarakat,” tutur Apri.
Mengakhiri paparannya, AKBP Apri menegaskan pentingnya peningkatan pelayanan publik, langkah preventif, dan kolaborasi lintas sektor demi menciptakan Lingga yang lebih aman, nyaman, dan sejahtera.
“Kami berharap mitra media terus mendukung Polres Lingga dalam menyampaikan informasi yang edukatif dan positif, agar Lingga semakin menarik bagi para investor,” kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News









