KARIMUN (gokepri) – Puluhan pelajar di Kabupaten Karimun mengalami gejala mual dan pusing usai menyantap makan siang program Makanan Bergizi Gratis (MBG). Insiden ini membuat 24 siswa dari dua sekolah berbeda harus dilarikan ke rumah sakit pada Senin, 30 September 2025.
Kapolres Tanjung Balai Karimun, AKBP Robby Topan Manusiwa, menyebut seluruh korban sudah membaik dan dipulangkan. “Saat ini semua korban sudah membaik,” ujarnya, Selasa (30/9).
Polisi langsung bergerak mengusut kasus ini. Sebanyak 15 saksi diperiksa, mulai dari pihak penyedia makanan sekolah (SPPG), ahli gizi, guru, hingga siswa yang terdampak. Hasil penyelidikan sementara mengarah pada kemungkinan keracunan berasal dari jajanan di luar sekolah yang dikonsumsi sebelum makan MBG.
“Banyak siswa jajan di luar sekolah. Ini dugaan awal kami, tapi masih kami dalami,” kata Robby.
Dugaan itu diperkuat oleh fakta bahwa sejumlah guru yang ikut mencicipi menu MBG tidak mengalami gejala keracunan. Polisi juga menggandeng Direktorat Kriminal Khusus Polda Kepri untuk penyelidikan lanjutan.
Robby menepis isu penutupan dapur penyedia MBG. Ia menegaskan seluruh dapur masih beroperasi sambil menunggu hasil uji laboratorium. “Dapur SPPG tetap berjalan. Namun, pengawasan makanan akan diperketat,” ujarnya.
Keracunan pelajar di Karimun bukan kali pertama. Pada 25 September lalu, 14 siswi SMPN 2 Karimun mengeluhkan mual, muntah, dan sakit perut setelah menyantap menu MBG berupa tempe, telur, dan acar. Sehari kemudian, sembilan siswa SD 010 Parit Lapis juga keracunan setelah mengonsumsi burger program MBG.
Akibat dua peristiwa itu, dua dapur SPPG di Karimun sempat ditutup menunggu hasil uji laboratorium.
Baca Juga: Dua Dapur SPPG di Karimun Tutup Sementara Usai Insiden Dugaan Keracunan
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News









