KARIMUN (gokepri.com) – Dua dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Karimun dilakukan penutupan operasional sementara usai belasan siswa diduga keracunan.
Dua SPPG dimaksud adalah SPPG Sungai Lakam di Kecamatan karimun dan SPPG Sungai Raya di Kecamatan Meral.
Pelaksana tugasm Kepala Dinas Kesehatan Karimun, Soerjadi mengatakan, untuk memastikan makanan yang dihasilkan oleh dua SPPG tersebut, maka sudah dilakukan pengiriman sampel ke Balai Teknik Kesehatan Lingkungan (BTKL) Batam.
“Sampel sudah dikirim ke BTKL Batam. Untuk hasilnya akan diketahui tiga hingga empat hari sejak kejadian,” ujar Soerjadi.
Kata Soerjadi, sampel makanan dikirim ke BTKL Batam untuk diperiksa.
“Kalau hasilnya negatif bisa jadi waktunya hanya tiga atau empat hari,” katanya.
Wakil Bupati Karimun yang juga Ketua Satgas Makan Bergizi Gratis (MBG) Karimun, Rocky Marciano Bawole meminta masyarakat tidak berspekulasi terkait insiden tersebut.
Wabup Rocky meminta bersabar menunggu hasil uji laboratorium yang dikirim BTKL Batam.
“Masyarakat bersabar, tunggu hasil uji laboratorium. Jangan memberikan pernyataan yang bisa menimbulkan keresahan. Kita berdoa semoga ini bukan kejadian luar biasa, tapi sesuatu yang di luar perkiraan kita semua,” ujarnya.
Diketahui, pada Kamis 25 September dan Jum’at 26 September 2025 sebanyak 14 siswa SMPN 2 Karimun dan siswa SDN 010 Parit Lapis mengeluh sakit perut, mual, muntah hingga sesak napas.
Keluhan yang dialami belasan siswa SMP dan SD Negeri di Karimun diduga usai menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG).
Penulis: Ilfitra









