Karimun (gokepri.com) – Sekolah Dasar swasta 001 PT KG Meral Barat meminta bantuan Pemkab Karimun untuk mengatasi mogoknya guru mengajak karena dampak PHK dari perusahaan.
Pihak sekolah telah mengirim surat kepada Bupati Karimun, Aunur Rafiq untuk melakukan audiensi dengan Dinas Pendidikan dan DPRD Karimun.
Rencananya, audiensi itu dijadwalkan pada Jumat, 29 September 2023 di Ruang Rapat Cempaka Putih Kantor Bupati Karimun.
Namun sayang, audiensi itu batal dilaksanakan karena baik Pemkab maupun pihak sekolah sama-sama menunggu jawaban terkait kepastian waktu audiensi itu.
Di lokasi dan waktu yang sama, ternyata Bupati Karimun Aunur Rafiq melaksanakan pertemuan membahas persoalan tanah PT KSP.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Karimun, Sugianto menyebut, pihaknya sudah berada di Ruangan Rapat Cempaka Putih, namun dia terkejut karena yang hadir rapat bukanlah pihak sekolah.
“Saya tadi sudah ke Cempaka Putih, ternyata yang ada rapat pembahasan soal tanah yang dipimpin Pak Bupati,” ujar Sugianto.
Di lain pihak, tokoh masyarakat Pasirpanjang, Parulian Turnip ketika dihubungi menyebut, batalnya audiensi dengan bupati karena di sekolah tengah berlangsung rapat besar.
“Ternyata di sekolah ada rapat besar antara pihak sekolah, SPSI dan juga masyarakat,” ujar Turnip.
Rapat tersebut membahas rencana aksi bersama yang akan dilaksanakan pihak sekolah bersama dengan masyarakat di Kantor Bupati dan DPRD Karimun.
“Rencana akan ada aksi yang melibatkan SPSI dan masyarakat ke Kantor Bupati dan DPRD Karimun,” ungkapnya.
Hanya saja, kapan aksi tersebut dilaksanakan pihaknya belum mengetahui secara pasti.
“Masyarakat masih menyusun surat yang akan dikirimkan ke Polres Karimun terkait pemberitahuan aksi,” katanya.
Penulis: Ilfitra









