Batam (gokepri.com) – Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Nasional Demokrat (NasDem) Kepri, Muhammad Rudi enggan berkomentar banyak terkait dengan isu polemik janji politik antara Gubernur Kepri, Ansar Ahmad dan Wakil Gubernur Kepri, Marlin Agustina.
Di mana, sebelum mencalonkan diri sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Kepri, keduanya dikabarkan telah bersepakat bahwa Wakil Gubernur Kepri diberikan hak untuk memilih jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) dan tiga Kepala OPD Kepri.
Rudi mengaku bahwa saat ini belum waktunya membahas terkait hal tersebut, karena sebagaimana diketahui bahwa mutasi pejabat baru bisa dilakukan setelah enam bulan dilantiknya Gubernur dan Wakil Gubernur Kepri.
“Saya kira belum waktunya bahas masalah itu,” kata Rudi singkat, Senin (13/4/2021).
Kemudian terkait dengan adanya rencana aksi unjuk rasa dari salah satu organisasi masyarakat yang menuntut terkait hal tersebut, Rudi mengatakan bahwa pihaknya tidak pernah meminta atau memperintahkan siapapun untuk menggelar aksi tersebut.
Menurut dia tidak akan mungkin seorang kepala daerah memperintahkan seseorang untuk menggelar aksi demo di tengah pandemi Covid-19 seperti saat ini. Karena itu saat mendapatkan informasi terkait rencana demo tersebut pihaknya meminta agar dibatalkan.
“Intinya kemarin tidak ada demo, karena kalau itu terjadi pasti saya akan terbawa-bawa,” ujarnya.
Sementara disinggung terkait komunikasi antara Gubernur Kepri dan Wakil Gubernur Kepri yang tak lain adalah istrinya, Rudi mengaku saat ini tak ada masalah. Komunikasi berjalan baik seperti biasa.
“Kalau pesan saya biasanya saja, kerja seperti biasa. Kalau turun ke masyarakat tampung aspirasinya apa yang bisa dikerjakan segera dikerjakan,” katanya.
(ard)
|Baca Juga :Rudi Tarawih di Masjid Agung Batam









