BATAM (gokepri.com) – Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Kepri membentuk tim gabungan Jatanras Polda, Polresta Barelang dan juga Polsek Lubuk Baja, ungkap kasus penganiayaan di Batam yang terjadi di Jalan Gajah Mada tepatnya Sei Ladi Kota Batam, Selasa (24/9/2024).
Dirkrimsus Polda Kepri Kombes Pol Dony Alexander mengatakan tim Polda Kepri sudah turun ke lapangan melakukan pengejaran terhadap pelaku.
“Kami sudah bentuk tim untuk mengungkap kasusnya. Mohon doanya,” kata dia, Kamis (25/9/2024).
Baca Juga: Warga Batam Babak Belur Dikeroyok Begal di Mata Kucing, Motor Beat Disikat
Ia mengatakan, seluruh tim telah bergerak untuk melakukan pengejaran pelaku kekersan yang terjadi di Jalan Gajah Mada Sekupang.
“Tim kami sudah bergerak,” kata dia.
Sebelumnya, seorang wanita pengemudi mobil Daihatsu Raize bernopol BP 1502 CR menjadi korban penikaman di bagian leher oleh penumpangnya di Sei Ladi, Kota Batam sekira pukul 14.00 WIB.
Pihak kepolisian telah turun ke lokasi kejadian menyelidiki kasus itu. Wanita itu juga telah dievakuasi ke RS Awal Bros. Korban mendapat luka serius.
Tidak hanya di kawasan Sei Ladi, kejadian kekerasan di jalanan Kota Batam juga terjadi di jalan raya kawasan Sei Temiang, Sekupang, Kota Batam, Selasa (24/9/2024) pagi sekitar pukul 08.30 WIB.
Peristiwa naas tersebut terjadi saat korban melintas dari Sekupang menuju Batuaji, ia hendak mengantar bekal siang sang anak ke SMKN 8. Tiba di depan kawasan pemakaman, ibu tersebut dihantam oleh benda keras di bagian kepala.
Pelaku sempat berusaha mengambil tas korban, namun tak berhasil lantaran ada pengendara yang melintas, pelaku langsung kabur.
Menurut saksi mata, korban saat itu ditemukan terkapar di ruas jalan bersimbah darah. Sementara motor tergeletak tidak jauh dari korban. Korban memegang erat tasnya dengan nada meringis minta tolong.
“Pas saya melintas, mau antar istri kerja. Saya melihat kok rame orang di lokasi, pas parkir motor ada seorang ibu meringis meminta tolong. Tapi tak ada yang menolong,” ungkap saksi mata, Khairul, Selasa (24/9/2024).
Melihat kondisi korban terluka parah, ia bersama sang istri pun memutuskan untuk menolong korban, lalu memboyong korban ke Rumah Sakit Embung Fatimah.
“Tadi kami sudah cegat beberapa mobil tak ada yang mau nolong, mereka takut. Istri saya bilang. Kami tarik tiga, korban di tengah istri saya sambil pegang di belakang,” ungkap Khairul menceritakan kejadian itu.
Tiba di RSUD Embung Fatimah, korban langsung dibawa ke IGD untuk mendapatkan penanganan. “Baju saya sampai berlumur darah tadi. Kepala ibu itu (korban) pecah. Banyak kali mengeluarkan darah. Tapi Alhamdulillah, korban sudah ditangani,” kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News








