PMI Kirim 500 Tenda untuk Pengungsi di Gaza

tenda pmi di gaza
Bantuan tenda dari PMI yang telah diperjalanan menuju perbatasan Gaza dan Mesir. Foto: Istimewa/Dok. PMI

Jakarta (gokepri.com) – Palang Merah Indonesia (PMI) bekerja sama dengan lembaga kemanusiaan lokal di Palestina mengirim 500 unit tenda untuk para pengungsi di Gaza, Palestina.

Kepala Markas Pusat PMI Arifin Muh Hadi mengatakan 500 tenda dengan bobot 40 ton ini diangkut ke perbatasan Mesir dengan Gaza, menggunakan tiga truk kontainer.

Setiap unit tenda berukuran 4 X 4 meter ini dapat menampung satu keluarga untuk jumlah maksimal empat sampai dengan lima anggota keluarga. Tenda-tenda itu juga telah dilengkapi dengan tools kits.

Baca Juga: Indonesia Segera Kirim Dokter ke Gaza untuk Operasikan RS Lapangan

“Sehingga pengungsi dapat mendirikan tendanya secara mandiri maupun dengan fasilitasi Tim Bulan Sabit Merah Mesir, maupun Bulan Sabit Merah Palestina,” ujarnya, Rabu 19 Juni 2024.

Selain bantuan tenda yang telah dikirimkan, saat ini PMI juga sedang memproses pengadaan 500 unit tenda lagi. Dijadwalkan akhir Juni tenda yang diserahkan untuk pengungsi di Palestina mencapai 1.000 unit.

“Saat ini akses masuk ke Gaza melalui penyeberangan pintu Rafah masih belum dibuka, namun hasil koordinasi dengan Tim Logistik Bulan Sabit Merah Mesir, ada rute lain yang dapat dilewati dengan jumlah sangat terbatas yaitu melalui penyeberangan Karam Abu Salem,” ujarnya.

Arifin mengatakan PMI berterima kasih dan mengapresiasi para pendonor dan masyarakat Indonesia yang menyumbang dan memberikan bantuan kepada penduduk Palestina.

Ketua Umum PMI Jusuf Kalla mengatakan keselamatan warga Palestina merupakan tanggung jawab kita semua. Walaupun situasi di Gaza Palestina terus memburuk, namun bantuan kemanusiaan tidak boleh terhenti dan harus tetap berjalan.

“Kebutuhan tenda keluarga menjadi sangat prioritas, di samping kebutuhan pangan, air minum, dan pakaian,” tegasnya.

JK juga menyerukan dibukanya akses kemanusiaan yang aman dan tanpa batas secara permanen ke dan dari Jalur Gaza untuk menjangkau populasi yang terdampak di mana pun mereka berada di wilayah konflik, termasuk di Gaza Utara.

Ia mengungkapkan, saat ini banyak pengungsi di Gaza yang terpaksa tidur di jalan-jalan dan tempat terbuka, dan sebagian lainnya tidur di bawah puing-puing reruntuhan bangunan yang hancur. Kondisi seperti itu tentu sangat tidak aman dan mengkhawatirkan bagi keselamatan para pengungsi.

“Kita tetap harus berupaya agar bantuan kebutuhan dasar para pengungsi, seperti bahan pangan, minuman dan penampungan sementara berupa tenda keluarga ini dapat didorong segera ke warga di pengungsian,” kata dia. ANTARA

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

BAGIKAN