PLN Padamkan Listrik di Wilayah Longsor Anambas

longsor anambas
Banjir bandang dan tanah longsor menerjang Kabupaten Anambas, Kepri, Minggu (20/12/2020). (foto: istimewa)

Anambas (gokepri.com) – Perusahaan Listrik Negara memadamkan listrik di kawasan longsor dan banjir di Kecamatan Siantan, Kabupaten Kepulauan Anambas, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

“Untuk mengantisipasi bahaya listrik bagi masyarakat yang berada disekitar instalasi dan jaringan listrik, kami memadamkan listrik di sejumlah kawasan yang terendam banjir dan longsor,” kata Manajer Pelaksana Pelayanan Pelanggan Tanjungpinang, Suharno, di Tanjungpinang, Senin 21 Desember 2020.

Ia mengatakan, sebanyak lima gardu listrik terpaksa dipadamkan akibat banjir, dan tiga gardu listrik terkena longsor yang berada di Kelurahan Tarempa dan Desa Pesisir Timur, Kecamatan Siantan.

“Kondisi ini menyebabkan sekitar 700 pelanggan mengalami padam listrik. Pemadaman listrik ini hanya sementara hingga kondisi listrik benar-benar siap dan aman untuk dinyalakan,” katanya.

Suharno mengatakan tim PLN terus memonitor perkembangan di Kecamatan Siantan. PLN juga berupaya untuk melayani pelanggan dengan cara melakukan pemulihan aliran secara bertahap apabila hujan dan banjir sudah mulai reda.

“Hingga pukul 20.04 WIB tadi malam kondisi masih hujan dan air masih tergenang, namun beberapa lokasi yang sudah mulai reda dan surut kondisi listriknya sudah menyala secara bertahap. Khusus bagi jaringan yang rusak petugas PLN akan bekerja siang malam untuk melakukan perbaikan,” katanya.

Ia mengimbau masyarakat yang kawasan tempat tinggalnyamasih tergenang air agar melakukan langkah-langkah berupa memadamkan aliran listrik di bangunan atau rumah dengan cara menekan tombol ke arah “off” pada Meter Circuit Breaker (MCB). Kemudian pemilik rumah juga harus mencabut seluruh peralatan listrik yang masih tersambung dengan stop kontak

“Naikkan alat elektronik ke tempat yang lebih tinggi dan aman,” katanya.

Ia mengingatkan pelanggan untuk menghubungi nomor pusat pelayanan PLN 123 atau melalui aplikasi PLN Mobile. Warga juga dapat mendatangi Kantor PLN terdekat untuk meminta bantuan pemadaman listrik.

“Kepada masyarakat yang wilayahnya mulai tergenang air, diimbau untuk segera mematikan listriknya dan melakukan langkah-langkah pengamanan yang disampaikan PLN melalui mimbauan PLN,” kata Suharno.

Apabila banjir telah surut, ia memastikan semua alat elektronik dan jaringan listrik dalam keadaan kering. PLN juga memastikan semua jaringan distribusi listrik dalam keadaan kering dan aman untuk dipergunakan menyalurkan energi listrik.

“Ketika banjir sudah surut, sebelum menyalakan aliran listrik, PLN perlu memastikan bahwa gardu, jaringan, dan instalasi pelanggan aman. PLN melakukan inspeksi, pembersihan, pengeringan, dan pengecekan gardu distribusi yang terkena dampak banjir”.

Selain itu, pihaknya juga mengimbau para pelanggan yang tinggal di kawasan yang sudah dipadamkan listrik agar berhati-hati dalam menggunakan genset. Menurutnya bisa jadi masyarakat sangat ingin menyalakan listrik, karena listrik PLN belum aman untuk dinyalakan.

“Warga menggunakan genset karena merasa rumahnya sudah aman dari banjir. Padahal instalasi listriknya masih belum aman, ini juga harus diperhatikan, karena berpotensi tersengat aliran listrik,” demikian Suharno.

Diberitakan, Kabupaten Anambas, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) diterjang banjir bandang dan tanah longsor akibat curah hujan yang tinggi, Minggu, sejak pukul 09.00 WIB sampai dengan sore hari.

“Curah hujan tinggi menyebabkan debit air sungai meluap, sehingga mengakibatkan banjir bandang dan tanah longsor,” kata Pelaksana Tugas Kepala BPBD Kabupaten Anambas Yohan melalui siaran pers di Anambas, Minggu malam.

Banjir bandang terjadi di Kecamatan Siantan, sedangkan tanah longsor di Kecamatan Siantan dan Siantan Timur.

Cakupan lokasi di Kecamatan Siantan, kata dia, meliputi banjir bandang di Kelurahan Tarempa (wilayah Patimura dan Raden Saleh).

Banjir bandang di Desa Tarempa Selatan (wilayah Batu Tambun dan sekitarnya), sedangkan tanah longsor di Desa Pesisir Timur menimbun badan jalan. Di Kecamatan Siantan Timur tanah longsor di Desa Temburun menimbun badan jalan.

Tidak ada korban jiwa meninggal dunia dalam bencana tersebut, namun masyarakat terdampak banjir bandang dan tanah longsor diperkirakan berjumlah 300 kepala keluarga (KK). Di daerah Patimura diperkirakan berjumlah 100 KK dan di daerah Raden Saleh diperkirakan berjumlah 200 KK.

(can/ant)

|Baca Juga: Anambas Gratiskan Pajak Investor Selama 2 Tahun

BAGIKAN