Pesantren Baitul Quran Cetak 25 Santri Hafal Alquran

Pembina Pondok Pesantren Baitul Quran, M Nizar bersama santri di pesantrennya, Sabtu (10/10/2020).

Lingga (gokepri.com) – Berdiri sejak delapan tahun lalu, tepatnya 3 September 2012, Pondok Pesantren Baitul Quran di Kabupaten Lingga, berhasil mencetak 25 santri dengan hafalan 30 juz Alquran. Santri-santri itu kini tersebar di pulau-pulau di Lingga untuk menyampaikan syiar Islam ke masyarakat.

“Semoga generasi Baitul Quran mampu menjadi pelita yang akan menerangi umat Islam di daerah masing-masing. Wabilkhusus di pulau terpencil di Lingga,” kata Pembina Pondok Pesantren Baitul Quran, M Nizar, Sabtu(10/10/2020).

Menurut Nizar, para santri jebolan Baitul Quran banyak yang melakukan pengabdian di masyarakat. Di antaranya dengan menjadi khatib maupun imam di masjid atau mushala di kampung halamannya masing-masing.

“Artinya, keberadaan santri Baitul Quran telah memberikan manfaat yang luar biasa bagi masyarakat,” kata pria lulusan pesantren di Jombang, Jawa Timur ini.

Nizar juga mendorong santri alumni Baitul Quran untuk meneruskan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Seperti kuliah di perguruan tinggi, baik di Jawa maupun di luar negeri.

“Tentunya, baik di dalam maupun luar negeri dengan modal hafalan 30 juz. Jejak pendahulunya seperti Encik Abdul Syukur asal Desa Berlian sudah belajar di Turki,” katanya.

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Lingga, Nasir, mengapresiasi pencapaian santri-santri Baitul Quran selama ini. Ia berharap para santri menjadi teladan bagi generasi Lingga di masa mendatang.

“Para hafiz akan menjadi penyejuk dalam pergaulan masyarakat dan di rumah tangga melalui Alquran. Paling penting dapat membentengi diri, keluarga dan masyarakat dengan cahaya Alquran yang dibaca, dipahami, dan diamalkan,” katanya. (wan)

Pos terkait