Perjalanan Suyudi Menuju Kapolri

Suyudi Ario Seto. (internet)

JAKARTA (gokepri.com) – Jalan panjang Komjen Pol Suyudi Ario Seto menuju kursi Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) tidak jauh dari lapangan. Puluhan tahun kariernya justru ditempa dari dunia reserse, penyidikan, hingga sejumlah posisi strategis di lingkungan Polda Metro Jaya dan Bareskrim Polri.

Diketahui, Komisi III DPR RI pada Kamis (1/10/2026) menyetujui Suyudi secara aklamasi sebagai Kapolri menggantikan Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mengirimkan surat kepada DPR pada 30 September 2026 yang mengusulkan pemberhentian Listyo Sigit sekaligus pengangkatan Kapolri baru.

Suyudi bukan nama baru di tubuh Polri. Lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1994 itu memiliki spesialisasi panjang di bidang reserse. Ia pernah menjadi Kanit II Resmob Polda Metro Jaya, Kapolsek Metro Pasar Minggu, Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, Kanit Jatanras Polda Metro Jaya, hingga Kasat Reskrim Polres Metro Tangerang Kota dan Jakarta Barat.

Kariernya kemudian berlanjut ke tingkat Mabes Polri. Suyudi pernah menjadi Kanit Resmob Bareskrim, Kasubdit Ranmor Ditreskrimum Polda Metro Jaya, hingga Wadirtipideksus dan Wadirtipidsiber Bareskrim Polri.

Ia juga menjalani sejumlah penugasan kewilayahan. Suyudi pernah memimpin Polres Majalengka, Polres Bogor, Polresta Bogor Kota, serta Polres Metro Jakarta Pusat. Pada 2019, ia dipercaya menjadi Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya. Setelah itu, Suyudi menjabat Wakapolda Metro Jaya pada 2023 dan Kapolda Banten pada 2024.

Salah satu perkara paling mencolok yang bersinggungan dengan karier Suyudi adalah kasus penyiraman air keras terhadap penyidik KPK Novel Baswedan.

Ketika menjabat Dirreskrimum Polda Metro Jaya pada 2019, Suyudi menerima tugas menangani kembali sejumlah perkara besar yang belum tuntas, termasuk kasus Novel. Selain kasus Novel, ketika itu terdapat pula perkara pembunuhan mahasiswa Universitas Indonesia Akseyna Ahad Dori dan perkara yang berkaitan dengan dugaan pemufakatan makar.

Kasus Novel sendiri telah menjadi salah satu perkara paling menyita perhatian publik karena penyerangan terhadap penyidik KPK tersebut terjadi pada 2017. Suyudi menjadi salah satu pejabat yang kemudian menangani proses penyelidikannya ketika menduduki posisi Dirreskrimum.

Pengalaman Suyudi di bidang kriminal kembali terlihat ketika ia memimpin Polda Banten.

Ads bp batam 2026 baru

Salah satu perkara yang mencuat adalah kasus penembakan bos rental mobil di Tangerang pada Januari 2025. Kasus tersebut menjadi sorotan publik setelah korban tewas ditembak dan muncul persoalan mengenai penanganan laporan pemilik rental oleh anggota kepolisian.

Dalam perkara tersebut, Suyudi tidak hanya memimpin pengungkapan kasus. Ia juga memutasi Kapolsek Cinangka AKP Asep Iwan beserta dua anggota lainnya setelah adanya persoalan profesionalitas dalam penerimaan laporan pemilik rental.

Di bawah kepemimpinannya, Polda Banten juga mencatat pengungkapan ribuan perkara. Sepanjang 2024, Ditreskrimum Polda Banten dan jajaran mencatat 4.155 tindak pidana, meningkat 15 persen dibandingkan 2023. Penyelesaian tindak pidana tercatat 3.509 perkara atau meningkat 69 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Sejumlah perkara yang mencuat di antaranya kasus oli palsu, penyuntikan gas, korupsi, penyalahgunaan BBM bersubsidi, endorsement dan judi daring.

Dari Kapolda Banten ke Kepala BNN

Karier Suyudi kemudian memasuki fase berbeda. Pada Agustus 2025, ia dilantik Presiden Prabowo Subianto sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), menggantikan Komjen Marthinus Hukom. Pangkatnya kemudian dinaikkan dari Irjen menjadi Komjen pada September 2025.

Belum lama memimpin BNN, Suyudi mendapat sorotan melalui operasi lintas negara yang berhasil menangkap Dewi Astutik alias PA, buronan Interpol yang disebut BNN sebagai aktor utama penyelundupan dua ton sabu senilai sekitar Rp5 triliun.

Dewi ditangkap di Sihanoukville, Kamboja, pada Desember 2025. Operasi tersebut melibatkan kerja sama BNN dengan Kepolisian Kamboja dan sejumlah unsur Indonesia di Kamboja. Suyudi menyebut pengungkapan dua ton sabu tersebut menyelamatkan sekitar delapan juta jiwa dari ancaman narkotika.

Pengalaman di BNN itu menambah warna pada rekam jejak Suyudi. Jika sebagian besar kariernya dibangun dari penanganan perkara kriminal konvensional dan penyidikan, jabatan Kepala BNN membawanya berhadapan dengan jaringan narkotika lintas negara.

Suyudi tumbuh dari unit Resmob, Jatanras dan berbagai jabatan penyidikan sebelum menduduki posisi pimpinan kewilayahan. Ia kemudian memperoleh pengalaman mengelola kepolisian daerah dan lembaga nasional di luar struktur Polri.

Kini pengalaman tersebut dibawa ke pucuk pimpinan Korps Bhayangkara.

Dalam uji kelayakan dan kepatutan di Komisi III DPR, Suyudi mengusung tema “Polisi Bersama Masyarakat” sebagai doktrin kepemimpinan dan arah transformasi Polri. Ia menyatakan akan melanjutkan program dan kebijakan positif para Kapolri sebelumnya, dengan penekanan pada pelayanan kepada masyarakat dan penanganan laporan secara lebih baik.

Bagi Suyudi, perjalanan dari Resmob Polda Metro Jaya hingga calon orang nomor satu di Korps Bhayangkara itu sekaligus membawa modal pengalaman yang sangat khas: penyidikan, penegakan hukum, kepemimpinan kewilayahan, dan pemberantasan kejahatan lintas negara. *

(sumber: republika.co.id)

 

Pos terkait