Perang Dorong Harga Minyak, Batam Siaga Jaga BBM

BBM Batam
Wakil Wali Kota Batam-Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra. Foto: BP Batam

BATAM (gokepri) — Badan Pengusahaan (BP) Batam menggelar rapat strategis selama dua hari, 9–10 April 2026, di Batam Centre. Forum ini mempertemukan pelaku usaha, Pertamina, dan PLN untuk merespons kenaikan harga minyak dunia akibat konflik Iran dan Amerika Serikat.

Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra memimpin langsung pertemuan tersebut. Ia menekankan urgensi koordinasi lintas sektor untuk meredam dampak gejolak global terhadap pasokan dan harga bahan bakar minyak (BBM) di Batam.

Menurut Li Claudia, stabilitas energi menjadi fondasi utama daya saing kawasan industri. Gangguan kecil pada harga atau distribusi berisiko memukul aktivitas manufaktur dan konstruksi yang menjadi tulang punggung ekonomi Batam.

HBRL

Baca Juga: Setahun Amsakar–Li Claudia, PAD Batam Tumbuh 32 Persen

“BP Batam hadir untuk memastikan tidak terjadi lonjakan harga yang tidak terkendali di lapangan,” kata Li Claudia. Ia menambahkan, ekosistem industri perlu dijaga melalui pasokan yang terjamin dan harga yang stabil.

Dalam forum tersebut, Pertamina memaparkan kondisi stok BBM di Batam. Ketersediaan disebut masih dalam level aman. Tidak ada indikasi kelangkaan dalam waktu dekat, meski tekanan harga di pasar global meningkat.

PLN turut menyampaikan kondisi pasokan energi listrik yang masih terjaga. Koordinasi antara penyedia energi ini menjadi penting karena sektor industri Batam bergantung pada kesinambungan pasokan BBM dan listrik secara bersamaan.

Pelaku usaha yang hadir mengungkapkan kekhawatiran terhadap volatilitas harga energi. Kenaikan harga BBM berpotensi meningkatkan biaya operasional, terutama bagi sektor industri pengolahan dan proyek konstruksi yang intensif energi.

Sejumlah pengusaha meminta kepastian pasokan dan skema distribusi yang lebih adaptif. Mereka juga menyoroti perlunya respons cepat pemerintah kawasan agar tidak terjadi gangguan produksi.

Secara global, konflik Iran–Amerika Serikat telah mendorong harga minyak mentah naik signifikan dalam beberapa pekan terakhir. Ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah kerap menjadi faktor utama fluktuasi harga energi dunia.

Bagi Batam, yang berposisi sebagai kawasan industri dan perdagangan bebas, dampak kenaikan harga energi tidak hanya soal inflasi. Biaya logistik, produksi, hingga daya tarik investasi ikut terpengaruh.

Langkah BP Batam mengumpulkan pemangku kepentingan mencerminkan upaya mitigasi dini. Koordinasi menjadi instrumen utama untuk menjaga stabilitas di tengah ketidakpastian global.

Li Claudia menegaskan BP Batam akan terus berperan sebagai penghubung antara pemerintah pusat, penyedia energi, dan pelaku usaha. Respons cepat terhadap dinamika global menjadi kunci menjaga iklim investasi tetap kondusif.

Melalui sinergi tersebut, BP Batam optimistis pasokan energi tetap terjaga. Stabilitas ini diharapkan mampu menopang pertumbuhan ekonomi Batam di tengah tekanan eksternal yang belum mereda.

Baca Juga: Naik Vespa Keliling Kota, Amsakar-Li Claudia Cek Infrastruktur Jalan Batam

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Pos terkait