Kepala BP Batam meninjau kondisi jalan dari KDA hingga Batam Centre bersama ratusan pencinta Vespa.
BATAM (gokepri) — Ratusan sepeda motor Vespa berderu pelan dari kawasan KDA, Batam, Sabtu (14/3/2026) pagi. Di barisan depan, Kepala Badan Pengusahaan Batam (BP Batam) Amsakar Achmad dan Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra ikut mengendarai motor klasik itu. Mereka riding bersama komunitas Vespa Batam sambil meninjau kondisi jalan dan ruang publik di sejumlah ruas utama kota.
Kegiatan ini dimulai dari kawasan KDA dan melintasi Jalan Jenderal Sudirman menuju Nagoya. Rombongan kemudian bergerak menuju Batam Centre sebagai titik akhir perjalanan.
Baca Juga: Struktur Baru Deputi BP Batam, Apa Saja Tugasnya?
Amsakar mengatakan kegiatan tersebut tidak sekadar ajang berkumpul dengan komunitas otomotif. Ia memanfaatkan kesempatan itu untuk melihat langsung kondisi infrastruktur jalan dan taman kota yang menjadi bagian penting dari mobilitas masyarakat.
“Kami ingin memastikan kualitas dan konektivitas jalan tetap terjaga,” ujar Amsakar di sela kegiatan.
Sepanjang perjalanan, rombongan melintasi sejumlah ruas jalan utama yang selama ini menjadi jalur penghubung kawasan bisnis dan permukiman di Batam. Jalan Jenderal Sudirman, misalnya, merupakan salah satu koridor penting yang menghubungkan pusat kota Nagoya dengan Batam Centre sebagai kawasan pemerintahan dan pelayanan publik.
Amsakar menilai secara umum kondisi jalan di Batam masih baik. Permukaan jalan relatif mulus dan marka jalan terlihat jelas. Namun, ia mengakui masih ada beberapa titik yang mengalami kerusakan.
“Secara umum jalannya baik. Tapi ada beberapa titik yang berlubang. Kami sudah instruksikan Deputi Bidang Infrastruktur untuk segera melakukan perbaikan dan penataan,” katanya.
Menurut dia, pemantauan langsung di lapangan diperlukan agar pemerintah mendapatkan gambaran nyata mengenai kondisi infrastruktur. Dengan demikian, perbaikan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat sasaran.
Bagi Amsakar, kegiatan bersama komunitas seperti ini juga menjadi sarana memperkuat komunikasi antara pemerintah dan masyarakat. Ia menilai komunitas otomotif memiliki jaringan luas dan sering beraktivitas di berbagai wilayah kota sehingga dapat menjadi mitra untuk melihat kondisi lapangan.
“Kami berharap kegiatan seperti ini dapat menumbuhkan semangat kebersamaan, kekompakan, dan kolaborasi untuk pembangunan Batam yang berkelanjutan,” ujarnya.
Di sepanjang rute perjalanan, rombongan Vespa menarik perhatian warga. Sejumlah pengendara yang melintas memperlambat kendaraan mereka untuk melihat iring-iringan motor klasik itu. Beberapa warga bahkan mengabadikan momen tersebut dengan telepon genggam.
Komunitas Vespa di Batam memang dikenal cukup besar. Para penggemar skuter asal Italia itu rutin menggelar kegiatan berkendara bersama, bakti sosial, hingga pertemuan komunitas.
Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra mengatakan antusiasme para pencinta Vespa menunjukkan kuatnya solidaritas komunitas di kota tersebut. Menurut dia, komunitas seperti ini dapat menjadi bagian dari energi sosial yang mendorong pembangunan kota.
“Kami mengapresiasi semangat dan kekompakan para pencinta Vespa. Mari bersama kita bangun Batam yang lebih baik dan sejahtera,” kata Li Claudia.
Ia menilai kolaborasi antara pemerintah dan komunitas penting untuk menjaga semangat partisipasi masyarakat. Dengan keterlibatan berbagai kelompok, pembangunan kota diharapkan dapat berjalan lebih inklusif.
Riding bersama komunitas Vespa itu juga dihadiri sejumlah pejabat dan pimpinan instansi di Batam. Kapolda Kepulauan Riau Irjen Pol Asep Safrudin turut hadir dalam kegiatan tersebut bersama Kapolresta Barelang Kombes Pol Anggoro Wicaksono.
Direktur Utama PLN Batam Kwin Fo juga terlihat mengikuti kegiatan bersama sejumlah pejabat BP Batam, termasuk para deputi dan pejabat eselon II lembaga tersebut.
Kehadiran berbagai unsur pimpinan daerah itu memperlihatkan upaya membangun komunikasi lintas lembaga di Batam. Kota ini memiliki posisi strategis sebagai kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas yang berbatasan langsung dengan Singapura dan Malaysia.
Karena itu, kualitas infrastruktur jalan menjadi faktor penting bagi kelancaran aktivitas ekonomi. Jalan yang baik tidak hanya menunjang mobilitas warga, tetapi juga mendukung kegiatan industri, perdagangan, dan logistik yang menjadi tulang punggung ekonomi Batam.
Amsakar menilai pemeliharaan infrastruktur harus dilakukan secara berkelanjutan. Jalan yang sudah dibangun dengan kualitas baik tetap memerlukan pengawasan agar kerusakan dapat segera ditangani.
Ia mengatakan peninjauan langsung di lapangan menjadi salah satu cara untuk memastikan laporan mengenai kondisi jalan sesuai dengan kenyataan.
“Kami ingin memastikan bahwa fasilitas yang digunakan masyarakat benar-benar terjaga. Infrastruktur yang baik akan mendukung aktivitas warga dan pertumbuhan ekonomi Batam,” ujarnya.
Di akhir kegiatan, rombongan Vespa tiba di Batam Centre. Para peserta kemudian berkumpul untuk beristirahat sekaligus bersilaturahmi.
Di hadapan para anggota komunitas Vespa, Amsakar kembali menekankan pentingnya menjaga kebersamaan dalam membangun kota. Ia berharap kegiatan sederhana seperti riding bersama dapat mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat.
“Mari kita maknai kegiatan bersama ini sebagai wujud rasa kebersamaan, kekompakan, dan semangat kolaborasi untuk Batam yang kita cintai. Salam satu aspal,” kata Amsakar.
Baca Juga: Upaya Kepala BP Batam Menutup Celah Gratifikasi Lebaran
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News








