Karimun (gokepri.com) – Seorang nelayan Karimun, Putra Hanafiah merasa ketakutan saat perahunya mengalami kebocoran di tengah laut.
Apalagi, saat itu cuaca sedang tidak bersahabat. Angin kencang disertai gelombang tinggi membuat ketakukan Putra makin bertambah.
Dia semakin panik, ketika air mulai memasuki perahunya itu.
Untung saja, kondisi yang dialami Putra sampai ke telinga pihak keluarga, ketika ada nelayan yang mengubunginya ke rumah.
Keluarga Putra kemudian, meminta bantuan Satpolairud Polres Karimun.
Usai menerima laporan dari pihak keluarga, upaya pencarian pun langsung dilakukan jajaran Polairud Polres Karimun.
Misi pencarian nelayan itu dipimpin langsung Kasat Polairud Polres Karimun, AKP Binsar Samosir.
Pencarian tersebut membuahkan hasil, Putra ditemukan tengah terapung-apung di sekitar perairan Pulau Mudu, Kelurahan Pasirpanjang, Kecamatan Meral Barat, Selasa, 4 Januari 2022.
“Pada saat dilakukan evakuasi, angin kencang dan ombak tinggi di Perairan Pulau Mudu,” ujar Kapolres Karimun, AKBP Tony Pantano melalui Kasat Polairud, AKP Binsar Samosir.
Kata Binsar, perahu korban berhasil dievakuasi serta kondisi korban dalam keadaan sehat sehingga dapat kembali kepada keluarganya.
Sebelum pulang, korban mengucapkan terima kasih kepada Polres Karimun yang telah menyelamatkan jiwanya atas kejadian tersebut.
“Penyelamatan ini berawal dari informasi keluarga melapor ke SPKT Polres Karimun,” kata Binsar.
Kemudian piket Satpolairud Polres Karimun merespon langsung menuju ke Lokasi pencarian korban.
“Alhamdulillah korban yang kita cari dapat ditemukan dengan kondisi sehat sebelum hal terburuk yang tidak kita hendaki terjadi,” tuturnya.
Dikatakan, penyelamatan korban cukup sulit karena selain angin kencang dan ombak tinggi serta jarak pandang pada malam hari tentunya juga menjadi hambatan berbeda seperti siang hari.
“Namun semua ini dengan responsibilitas yang kita lakukan berhasil selamatkan korban,” terangnya.
Kapolres Karimun mengimbau kepada masyarakat nelayan yang melaksanakan pencarian ikan atau memancing agar lebih berhati-hati karena akan membahayakan diri sendiri.
Apalagi faktor cuaca yang tidak menentu dan tentunya tetap membawa alat seperti life jacket.
“Larangan dan imbauan seperti ini kami lakukan supaya tidak terjadi korban laka laut kembali,” pungkas Kapolres.
(penulis: Ilfitra)








