Pensiun dari Lanal Karimun, Sunaryadi Sibukkan Diri Jadi Agen BRILink

Sunaryadi (56), seorang pensiunan prajurit TNI AL Tanjungbalai Karimun menyibukkan diri menjadi seorang Agen BRILink di kawasan Pelipit, Karimun. (Ilfitra/gokepri.com)

Karimun (gokepri.com) – Sunaryadi (56) sibuk keluar masuk kios melayani warga yang membeli BBM di depan kiosnya di kawasan Pelipit, Kelurahan Tanjungbalai, Kecamatan Karimun, Ahad 21 April 2024.

Sejak pensiun dari Angkatan Laut pada 2021 lalu, pria dengan pangkat terakhir Pembantu Letnan Satu (Peltu) dan bertugas Lanal Tanjungbalai Karimun ini lebih banyak menyibukkan diri di kiosnya itu.

Bahkan, sejak pensiun itu pula Sunaryadi bergabung menjadi Agen BRILink dengan nama CNR Karimun, bersamaan dengan membuka kios ponsel dan warung kecil-kecilan.

“Saya jadi Agen BRILink sejak tiga tahun belakangan ini, tepatnya menjelang memasuki masa pensiun,” ujar Sunaryadi saat disambangi di kiosnya itu.

Menjadi seorang Agen BRILink ternyata belum benar-benar berpihak kepada Sunaryadi. Buktinya, hingga saat ini dia belum bisa mencapai target yang ditetapkan oleh BRI.

Bahkan, sampai sekarang dia belum memiliki mesin EDC layaknya Agen BRILink yang lain.

“Saya sampai sekarang belum punya mesin EDC itu. Karena sampai sekarang belum pernah mencapai target,” katanya sambil tertawa.

Sunaryadi mengakui, selama sebulan dia hanya mamou melayani transaksi paling maksimal 100 kali. Padahal, katanya BRI menargetkan harus lebih dari itu.

Bahkan, dalam laporan per bulan dari WhatsApp Grup Agen BRILink di Karimun, dirinya masih dalam zonasi merah.

“Lihatlah laporan per bulan dalam grup WA Agen BRILink ini, saya masih merah,” ungkap Sunaryadi.

Sunaryadi menyebut, selama menjadi Agen BRILink dia hanya sekali mendapatkan laporan warna hijau.

“Pernah sekali warna hijau, kalau tak salah saya dua bulan lalu,” sambungnya.

Dia menyebut, Petugas Agen BRILink (PAB) memang sering memberikan motivasi kepadanya. Namun, dia merasa hokinya sebagai Agen BRILink memang belum datang. Sehingga dia masih bersabar dan terus berusaha untuk meningkatkan transaksi.

Rata-rata yang melakukan transaksi di kiosnya itu adalah masyarakat yang kebetulan melintasi daerah itu.

“Biasanya yang melakukan transaksi itu, orang yang membeli token listrik, ada juga yang menyetor. Kalau menarik (uang) jarang. Kalau nariknya di bawah satu juta masih saya layan, tapi kalau di atas satu juta saya gak mampu,” sebutnya.

Sunaryadi mengatakan, dia menjadi Agen BRILink semata-mata hanya membantu masyarakat sekitar dalam melayani transaksi pembelian token listrik.

“Kasihan juga masyarakat di sini kan ramai, kalau beli token daripada jauh-jauh mending ke tempat saya aja. Transaksinya ya melalui Agen BRILink ini,” pungkasnya.

Terpisah, Pemimpin Cabang BRI Tanjungbalai Karimun, Yosi William Kore mengatakan, keberadaan Agen BRILink merupakan peran BRI dalam menghadirkan layanan keuangan yang menjangkau masyarakat sampai ke level kecamatan dan desa.

“Agen BRILink merupakan mitra dan perpanjangan tangan kami yang menjalankan peran di tingkat bawah. Mereka bermitra dengan masyarakat yang kita tunjuk dan melayani masyarakat yang ada di area mereka yang tidak bisa kami jangkau,” ujar Yosi.

Dikatakan, layanan Agen BRILink seperti transfer, tarik tunai, pembelian pulsa atau token listrik, HP, pembayaran ticketing dan lain sebagainya.

“Syarat menjadi seorang Agen BRILink itu yang jelas nasabah BRI dan memiliki izin usaha, kartu identitas, NPWP dan form kerjasama yang disiapkan oleh BRI,” ungkapnya.

Menurut dia, yang jelas Agen BRILink harus siap melayani masyarakat dalam hal ini ketersediaan uang. Apabila ada masyarakat yang melakukan penarikan tunai tentu saja dia sudah harus siap.

“Yang jelas Agen BRIlink harus memiliki ketersediaan uang kas secara fisik,” pungkasnya.

Penulis: Ilfitra

Pos terkait