Batam (Gokepri.com) – Pengerjaan pembangunan Jembatan Batam-Bintan (Babin) akan dimulai September 2023. Hal itu diungkapkan Gubernur Kepri Ansar Ahmad.
Ia mengatakan saat ini Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri masih berfokus pada rancang bangun rinci (detail engineering design) dan penyelidikan tanah atau penyelidikan kedalaman laut (soil investigation).
Proses pengerjaan soil investigation baru bisa di mulai September 2023 karena sempat mengalami gagal lelang dan akan rampung dalam waktu 10 bulan.
Baca Juga: Tapak Jembatan Babin Dibangun Akhir Juli, Akan Ditinjau Kementerian PUPR dan AIIB
“Projec ini akan terealisasi. Kemarin itu sudah di lelang tapi lelangannya gagal. Maka ini dilelang ulang,” kata Ansar saat ditemui di Batam, Selasa 3 Agustus 2023.
Progres lainnya yang telah berjalan adalah urusan penyerahan lahan di sisi Tanjung Sauh dan landing point Pulau Bintan. Sedangkan pada landing point Pulau Batam masih menunggu diserahkan melalui Badan Pengusahaan (BP) Batam.
Ia berharap BP Batam bisa segera menyerahkan aset lahan agar proses pengerjaan bisa dilakukan. Selama ini yang sudah diserahkan oleh BP Batam hanya penetapan lokasi.
“Kalo di Batam itu baru penetapan lokasi. Asetnya belum diserahkan nanti kita komunikasi dengan BP Batam dan Menko Perekonomian, supaya diserahkan semua,” kata dia.
Mantan Bupati Bintan ini mengatakan semua pendanaan pembangunan jembatan Babin itu akan ditangani oleh Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB) dengan nilai Rp4,3 triliun. Ia berharap, rencana pembangunan jembatan dapat berjalan dengan baik.
“Untuk yang Tanjung Sauh ke Bintan itu menggunakan KPBU, masing-masing dilakukan pelelangan,” kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Penulis: Engesti








