PENERIMAAN BEA CUKAI BATAM: Realisasi Kuartal I Melesat 113%, Bea Keluar Jadi Penopang

Penerimaan Bea Cukai Batam 2021
Kepala Bea Cukai Batam Susila Brata memimpin rapat Dialog Kinerja Organisasi baru-baru ini. (foto: Dokumentasi Bea dan Cukai Batam)

Batam (gokepri.com) – Realisasi penerimaan negara yang bersumber dari Bea Cukai Batam telah mencapai Rp265,69 miliar atau 93,26% dari target sebesar Rp284,89 miliar pada kuartal I-2021.

Berdasarkan data yang dihimpun dari aplikasi CEISA billing, rincian capaian tersebut adalah bea masuk sebesar Rp 80,46 miliar, bea keluar sebesar Rp 180,46 miliar, dan cukai sebesar Rp 4,77 miliar.

“Pertumbuhan penerimaan kepabeanan hingga April 2021 secara year on year meningkat sebesar 113,95% dari penerimaan 2020 pada periode yang sama,” kata Akbar Harfianto, Kepala Bidang Perbendaharaan dan Keberatan Bea Cukai Batam dalam keterangan resminya, Selasa (18/5).

Kenaikan penerimaan pada kuartal I-2021 juga dipengaruhi kenaikan rata-rata penerimaan harian dari consignment note atau kegiatan barang kiriman sebesar Rp 287,94 juta sejak diberlakukannya Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 199 Tahun 2019.

Akbar menyebutkan, bea keluar merupakan penyumbang terbesar pada penerimaan di kuartal pertama tahun ini. Salah satu faktor yang mempengaruhi meningkatnya capaian penerimaan bea keluar tersebut adalah meningkatnya harga referensi crude palm oil (CPO) pada bulan April.

Berdasarkan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 11 Tahun 2021 ditetapkan harga referensi CPO sebesar US$ 1.093,83/MT. Jumlah tersebut naik sebesar 5,56% atau sekitar US$ 57,61 dari bulan sebelumnya.

Sementara itu, akumulasi penerimaan cukai yang dikumpulkan juga terus meningkat. Penerimaan tersebut berasal dari cukai hasil tembakau sebesar Rp 630 miliar, denda cukai sebesar Rp 10 juta, serta cukai etil alkohol sebesar Rp 38,4 juta.

“Penerimaan cukai di wilayah Batam masih didominasi oleh hasil tembakau, dan masih terdapat potensi penerimaan cukai dari beberapa stok Pita Cukai yang belum terealisasi,” kata Akbar.

Tertinggi Empat Bulan Terakhir

Penerimaan Bea Cukai Batam 2021

Ads bp batam 2026 baru

Capaian penerimaan bea keluar pada bulan April 2021 Bea Cukai Batam berhasil mencapai nilai sebesar Rp65,14 M. Nilai ini merupakan nilai tertinggi sejak 4 bulan terakhir. Penerimaan pada bulan Januari, Februari, dan Maret secara berturut-turut sebesar Rp32,15 M, Rp48,54 M, dan Rp34,60 M.

Salah satu faktor yang mempengaruhi meningkatnya capaian penerimaan bea keluar tersebut adalah meningkatnya harga referensi Crude Palm Oil (CPO) untuk bulan April. Harga Referensi CPO untuk bulan April berdasarkan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 11 Tahun 2021 ditetapkan sebesar USD1.093,83 / MT. Jumlah tersebut naik sebesar 5,56% atau sekitar USD57,61 dari periode Maret 2021.

Berdasarkan harga referensi CPO tersebut, tarif bea keluar terhadap produk CPO ditetapkan sebesar USD116 / MT (kolom 8 Lampiran II huruf C Peraturan Menteri Keuangan Nomor 166 Tahun 2020).

Sampai dengan bulan April total penerimaan negara yang terkumpul melalui penerimaan bea keluar adalah sebesar Rp180, 46 M. Pada tahun 2021 sendiri tidak dibebankan target penerimaan bea keluar.

Perusahaan-perusahaan yang menyumbang bea keluar terbesar diantaranya yaitu PT Musim Mas, PT Synergy Oil Nusantara, PT Teckno Dua Indonesia, dan PT Ecogreen Oleochemicals. (Can)

|Baca Juga: Penerimaan Negara: Bea Cukai Batam Kumpulkan Rp290,6 Miliar sepanjang 2020

Pos terkait