Ansar Targetkan 100 Kampung Nelayan Merah Putih Segera Terbangun di Kepri
BATAM (gokepri.com) – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mempercepat pembangunan 32 unit Kampung Nelayan Merah Putih pada 2026 sebagai bagian dari program nasional sektor kelautan dan perikanan.
Gubernur Kepri, Ansar Ahmad mengatakan percepatan pembangunan dilakukan setelah rapat koordinasi bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI guna mendukung realisasi program prioritas nasional tersebut.
“Yang siap dibangun ada 32 unit di seluruh Kepri, paling banyak berada di Natuna dan Lingga,” kata Ansar di Tanjungpinang, Senin, 18 Mei 2026.
Ia menjelaskan Pemerintah Provinsi Kepri menargetkan pembangunan 100 kampung nelayan dari total 173 usulan yang telah diajukan ke pemerintah pusat.
Untuk mendukung percepatan program, Pemprov Kepri terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah kabupaten dan kota agar proses pembangunan berjalan sesuai target.
Ansar mengatakan pihaknya juga telah menginstruksikan seluruh bupati dan wali kota agar program tersebut diteruskan hingga ke tingkat desa.
“Kepala desa dan dinas perikanan di masing-masing daerah sudah kita arahkan agar semuanya bekerja keras menyukseskan program ini,” ujarnya.
Menurut Ansar, pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Kepri memiliki tantangan tersendiri karena keterbatasan lahan. Sebagian besar wilayah Kepri merupakan kawasan laut sehingga konsep pembangunan harus menyesuaikan kondisi geografis daerah kepulauan.
Meski demikian, pemerintah daerah tetap optimistis program tersebut dapat direalisasikan dengan memaksimalkan pembangunan kawasan di atas laut, termasuk menyiapkan akses penghubung antarwilayah.
“Pembangunannya bisa kita maksimalkan di atas laut dengan membangun akses-akses penghubung,” katanya.
Ansar menambahkan program Kampung Nelayan Merah Putih nantinya dibagi menjadi dua kategori pembangunan dengan skema anggaran berbeda.
Untuk kategori utama, anggaran pembangunan mencapai sekitar Rp22 miliar per unit. Sementara kategori Kampung Nelayan Merah Putih Penyangga memperoleh alokasi anggaran berkisar Rp10 miliar hingga belasan miliar rupiah per unit.
Melalui program tersebut, pemerintah berharap kesejahteraan masyarakat pesisir dan nelayan di Kepulauan Riau dapat terus meningkat, sekaligus memperkuat kawasan ekonomi berbasis kelautan dan perikanan di daerah perbatasan.
Penulis: Engesti









