Pemerintah Ragukan Jumlah Kasus Aktif Covid-19 di Batam

Kasus COVID-19 Kota Batam per 20 September 2021
Kasus COVID-19 Kota Batam per 20 September 2021

Batam (gokepri.com) – Pemerintah meragukan jumlah kasus aktif di Kota Batam yang tinggal 71 orang. Hal ini  diungkapkan Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kepri Tjetjep Yudiana, di Tanjungpinang, Selasa (21/9/2021).

“(Pemerintah) Pusat meragukan jumlah kasus aktif di Batam dan daerah lainnya di Kepri,” katanya.

Tjetjep mengatakan, hasil asesmen menunjukkan bahwa penanganan Covid-19 di kabupaten/kota di Kepri belum optimal. Di Kota Batam, misalnya, tes antigen terhadap orang-orang yang kontak erat dengan pasien Covid-19 hanya 0,30 persen. Sementara tracing mencapai 4,50 persen, sedangkan pasien dirawat di rumah sakit mencapai 29,85 persen, cukup tinggi.

HBRL

“Berdasarkan data asesmen untuk transmisi komunitas, PPKM di Batam potensial masuk Level 2. Namun kasus konfirmasi 3,95 persen, rawat inap di rumah sakit 8,49 persen, dan kematian 0,58 persen diragukan pusat,” ungkapnya.

Tjetjep menjelaskan, dari data tracing dan testing pada kapasitas respons dinilai pemerintah pusat tidak sejalan. Seperti di Kabupaten Anambas, Natuna dan Lingga, 0 persen melakukan tracing. Namun, testing di Anambas mencapai 3,24 persen, Lingga 2,80 persen, dan Natuna mencapai 3,52 persen.

Angka testing yang dinilai memadai tidak sejalan dengan tracing, sehingga pemerintah pusat meragukannya. Padahal tes PCR atau antigen seharusnya dilakukan berdasarkan hasil penelusuran terhadap orang-orang yang kontak erat dengan pasien Covid-19. 0 persen menunjukkan petugas kesehatan di puskesmas maupun rumah sakit tidak melakukan tracing.

“Lantas bagaimana mereka melakukan tes? Terhadap siapa? Bagaimana mungkin melakukan testing tanpa tracing? Ini yang menyebabkan pusat meragukan data Covid-19 kabupaten dan kota di Kepri,” ujar Tjetjep. (wan)

Baca juga: Jutaan UMKM Bangkrut Akibat Pandemi Covid-19

Pos terkait