Pemerintah Andalkan KEK Nongsa dan BAT di Batam

Airlangga Kunjungan ke Batam
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menunjungi MRO Lion Air di Bandara Hang Nadim, Rabu 27 April 2022. (Foto: istimewa)

Batam (gokepri.com) – Pemerintah mengandalkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di kawasan perdagangan bebas Batam sebagai ujung tombak mendatangkan investasi sekaligus penyerapan tenaga kerja dalam jumlah masif.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang, dan Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) Kepala Bappenas, Suharso Manoarfa, tinjau perkembangan dua Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Batam, Rabu 27 April 2022.

Dua kawasan itu terdapat pembangunan hanggar baru sektor perawatan pesawat, Repair and Overhaul Batam Aero Technic (BAT) di Bandara Hang Nadim dan Nongsa Digital Park (NDP).

HBRL

“Untuk di bandara dari kunjungan bulan Juni lalu, sudah ada progres. Pembangunan hanggar baru, kapasitas ‘maintenance’ meningkat, jumlah tenaga kerja juga meningkat jadi 3000 orang, 1500 insinyur dan sisanya amekanik,” ujar Airlangga.

Sedangkan di-NDP, Airlangga menjelaskan sudah ada 11 pusat data yang komitmen untuk investasi dengan nilai investasi sebesar Rp14 triliun dengan kebutuhan tenaga listrik di atas 125 Mega Watt.

“Jadi ini merupakan progres yang baik, dan tentunya pemerintah akan mendorong agar Digital Park ini merealisasikan investasinya dalam waktu yang tidak terlalu lama,” kata Airlangga.

Selain itu, untuk memenuhi nilai investasi tersebut, Batam juga sudah disetujui untuk jadi proyek strategis nasional.

“Sudah disetujui presiden, terutama untuk pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), yang sebagian akan digunakan di dalam negeri dan sebagian bisa ekspor ke negara tetangga,” ujarnya.

Dengan meningkatnya progres dua kawasan tersebut, Airlangga mengemukakan bahwa masih ada yang masih menunggu kepastian dari investor untuk penetapan KEK yang lainnya seperti KEK Kesehatan Sekupang.

“Kami masih menunggu realisasi investor, kalo sudah spesifik baru kita bisa berikan apakah itu kawasan ekonomi khusus atau bagaimana,” ucapnya.

Penulis: Engesti

Pos terkait