Tanjungpinang (gokepri.com) – Agen perjalanan wisata di Kepri babak belur dua tahun terakhir akibat pandemi. Pembukaan destinasi wisata diharapkan bisa menjadi berkah bagi pelaku usaha.
“Usaha pariwisata yang paling terpukul itu agen travel. Banyak karyawannya yang di-PHK karena tidak ada kegiatan selama pandemi,” kata Kepala Dinas Pariwisata Kepri Buralimar, Selasa (12/10).
Buralimar mengungkapkan jumlah perusahaan yang bergerak di bidang travel pariwisata di Kepri sekitar 500 usaha, sebagian sudah gulung tikar karena tidak beraktivitas.
Namun Asosiasi Travel Kepri menyambut baik pemerintah berupaya membuka kembali objek wisata, terutama di Tanjungpinang, Batam, Bintan dan Karimun. Pembukaan objek wisata untuk turis asing akan membangkitkan kembali bisnis travel pariwisata.
“Kami meminta mereka mempersiapkan diri. Ya, seperti memperbaiki bus pariwisata yang sudah lama tidak beroperasi,” ucapnya.
Dinas Pariwisata Provinsi Kepulauan Riau mengajak wisatawan domestik berlibur ke berbagai objek wisata di wilayah itu karena bisa hebat biaya sekitar Rp440.000/orang.
Wisatawan domestik berlibur ke Kepri dapat berhemat Rp440.000 bukan isapan jempol belaka, melainkan bisa dihitung melalui biaya tes RT-PCR yang mencapai Rp525.000/orang.
Bagi wisatawan yang sudah divaksin dosis kedua, mereka tidak perlu tes RT-PCR ketika melakukan perjalanan udara, melainkan cukup tes antigen dengan biaya Rp85.000 yang berlaku selama dua hari.
“Jika dari berbagai daerah menuju Batam bisa berhemat Rp440.000/orang, sedangkan kalau ke Tanjungpinang melalui perjalanan laut tidak perlu tes antigen. Syaratnya sama, harus sudah divaksin dosis kedua,” katanya.
Buralimar mengemukakan pelonggaran kebijakan tersebut sebabkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) turun dari Level III menjadi Level I sejak 5 Oktober 2021. Pelonggaran itu salah satunya menguntungkan bagi dunia pariwisata karena menambah daya tarik bagi wisatawan domestik.
“Insentif sektor pariwisata itu tidak hanya berupa uang, melainkan kebijakan dan fasilitas. Pelonggaran syarat perjalanan udara dan perjalanan laut merupakan insentif yang menarik perhatian wisatawan domestik,” ujarnya.
Buralimar mengungkapkan Kepri memiliki ratusan objektif di Batam, Bintan, Tanjungpinang, Natuna, Kepulauan Anambas, Lingga, dan Karimun. Selain menikmati keindahan puluhan pantai indah di Batam, Bintan, Natuna, Lingga dan Anambas, wisatawan juga dapat mengonsumsi kuliner lokal yang lezat.
Hotel dan resort mewah di Batam dengan tarif yang variatif dapat menjadi pilihan menarik bagi wisatawan. Puluhan jenis makanan lokal di daerah juga dapat menjadi pilihan wisatawan.
“Wisatawan domestik dari berbagai provinsi mulai banyak mengunjungi ke kawasan wisata di Kepri,” ucapnya.
Saat ini, kasus aktif COVID-19 di Kepri tinggal 132 orang, tersebar di Batam 23 orang, Tanjungpinang 54 orang, Bintan 9 orang, Karimun 26 orang, Anambas 2 orang, Lingga satu orang, dan Natuna 17 orang. (can/ant)
|Baca Juga: Bali dan Kepri Segera Dibuka untuk Wisman dari 18 Negara, kecuali Singapura








